Senin, 23 Juni 2014

Prabowo atau Jokowi?

Ehmm.. pertama yang harus pembaca disini ketahui adalah keterbatasan pengetahuan saya. Tapi, wajar kan, namanya pengetahuan cakupannya luas, kita semua masih tebatas. Bahkan master dibidang pertanian pun terbatas, belum tentu bisa tahu banyak tentang tata rias. Oke, mulai..

Jokowi atau Prabowo?
Pertama, dalam memilih sosok, saya mengambil 2 kriteria. Pertama Track Record, kedua: cara mereka menjawab dalam debat capres akhir-akhir ini. Setiap pendukung salah satu pihak pasti memiliki nilai lebih dalam menilai pilihannya sehingga yg bukan pilihannya mendapat bagian yang sedikit dalam penilaian. Pendukung Prabowo akan memberikan nilai yang dimulai dari 3 bukan 0, dan jokowi mendapatkan minus 3 bila rentang penilaiannya di dalam cakupan 1 - 10. Misal debat hari ini prabowo terlihat jelek, wasit memberikan nilai 5, jokowi baik dengan nilai 8. Maka di mata pendukung Prabowo, jokowi 5 sedangkan Prabowo 8. Yah, setiap ego dari kita memiliki penilaian subjektif. Begitu juga, mungkin saya.

Saya memilih Jokowi, kenapa?? pertama Track Record yang berorientasi pada Kepemimpinan. Dua daerah yang pernah dia pimpin mengalami perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Itu terbukti dari banyak penghargaan yang Pak Jokowi terima. Jakarta, jelas banyak perubahan, walau banyaknya masalah di Ibu Kota sering kali membiaskan perubahan yang sudah ada. Oke lah.. banyak pendapat yang mengatakan, "Penghargaan untuk Jokowi pemberian AS (yg secara fanatik banyak difahami orang sebagai negara paling licik)" atau "Ah, di Jakarta Jokowi gak amanah. Buktinya dia gak nyampe 5 tahun malah pengen jadi Presiden"

Kedua pendapat tadi menurut saya hanya ketidakpuasan Pro-Prabowo dalam mencari kesalahan/kekurangan jokowi. Banyaknya Kampanye hitam adalah bukti betapa gencarnya cara yang dilakukan demi menjelekkan citra Jokowi. Tapi coba kita bandingkan dengan Prabowo, dia memiliki bermacam penghargaan dibidang militer, namun menurut saya semua penghargaan itu tidak ada artinya ketika pemecatan jatuh pada dirinya setelah pristiwa '98 (dalam hal ini secara sejarah, Jokowi menang dalam hal kepemimpinan). Apakah pendapat ini termasuk Kampanye hitam??, bukan, ini kampanye negatif: Fakta yang benar-benar terjadi. Prabowo dibilang memiliki peran dalam kerukunan tani indonesia, sekarang tanya ke petani apa efeknya dari HKTI?? NOL. Malah banyak yang mengeluh menjadi petani. Apakah ini kampanye hitam??, bukan, ini kampanye Negatif, fakta dilapangan mengatakan begitu, survey aja sendiri.

Jokowi bonekanya Bu Mega!
Oh ya?? menyalahkan Jokowi atas figure yang mencalonkannya. Bagaimana jika saya membenarkan Bu Mega atas Ibu yang mengandungnya: Istri Sorkarno. Tidak ada gunanya menyalahkan seseorang karena orang lain yang ada dibelakangnya. Kalau mau itung-itungan, lihat ada berapa banyak koalisi Prabowo yang pantas disalahkan: Hatta Rajasa (kasus anaknya), Surya Dharma Ali, Abu rizal Bakrie, PKS (korupsi daging sapi serta kasus-kasus memalukan lainnya yang berasal dari anggota partai yang mengklaim mereka semua pantes jadi panutan islam di Indonesia), serta Marzukie Ali (Mulutnya gak tahu diri). Fakta yang sangat mencolok adalah bagi-bagi Kursi yang diterapkan Prabowo dalam mengggaet koalisi, Apakah Jokowi tidak?? saya tidak tahu.. yang saya tahu Jokowi menolak Abu Rizal Bakrie ketika menawarkan Koalisi dengan syarat bagi kursi. Itu sudah cukup menjelaskan. Adakah orang yang rekam jejaknya baik yang mendukung Prabowo?, subjektifitas saya mengatakan TIDAK.

Siapa yang ada dibelakang Jokowi?? ini orang-orang baiknya yang saya tahu:

Masih ada ruang kosong yang belum sempat saya masukkan orang-orangnya.

Mereka semua, kebanyakan, adalah seniman yang terkenal murni dalam karya ciptanya, idealisme mereka kuat, tidak ikut-ikutan. Secara empiris, bisa disimpulkan bahwa mereka semua jauh dari kategori seniman geblek Pesbuker.

Disana ada 3 sosok yang sudah banyak memberikan motivasi pada diri saya secara pribadi, motivasi menjadi anak muda yang positif tentunya: Pandji Pragiwaksono, Anies Baswedan, dan Rene.

Banyak yang meremehkan Jokowi dalam masalah ketegasan, dalam debat capres baru-baru ini Jokowi secara tegas mengatakan, "Tegas itu berani mengambil keputusan, dan menerima resikonya!". Bagaimana dengan Prabowo?? Tegas??, dari Intonasi Suara dan Latar Belakang Militer yang dimiliknya saya menjawab "IYA" Prabowo Tegas, tapi dalam hal Keputusan dan Resiko tidak sama sekali. Hal ini terlihat jelas ketika Prabowo menjawab dan memaparkan program kerjanya, lihatlah apa pernah dia mengatakan sesuatu yang bersifat keputusan?? tidak pernah.. Prabowo hanya bermain syair dengan mengatakan "indonesia yang sejahtera" tapi caranya tidak pernah dijelaskan secara spesifik, "Indonesia yang kuat dan tidak menyerah dengan bangsa lain" tapi caranya tidak pernah dijelaskan secata spesifik. Jawaban Prabowo tidak pernah menjelaskan "apa yang akan dia lakukan", penjelasan hanya menjelaskan "apa yang sedang dia katakan"... tidak gerakan dalam programnya, hanya ada tulisan (NO ACTION, JUST TALKING). Saya menyebutkan sebagai sajak program kerja.. seperti halnya penyair, mereka hanya mengatakan sesuatu yang malas mereka kerjakan, mengatakan sesuatu yang mereka sesalkan, mengatakan sesuatu yang membuat mereka terkesan romantis padahal dikenyataan selalu gagal menjalin hubungan yg harmonis.

Satu lagi yang membuat saya memilih Jokowi, Kali ini bukan karena Jokowi, tapi justru karena Prabowo. Pak Prabowo mengancam karir saya, saya, kami, para pekerja seni sangat anti pola perintah militer.. kami lebih menyukai pola asuh. Saya anti pemimpin diktator.

Dan, sumpah.. coba lihat masa jokowi saat kampanye: MEREKA MEMBAWA NAMA RAKYAT, BUKAN BENDERA PARTAI!.





SALAM DUA JARI




terimakasih.. :D



Senin, 21 Oktober 2013

Young On Fire

Mohon Share..

Sebelumnya cuma pengen ngasih tahu, ini baru ide. Munculnya karena hal yang sederhana: IRI. Pernah liat di Lampung ada acara seperti ini:













Acara yang ngundang orang-orang hebat, tujuannya cuma satu: agar anak muda cukup peduli dengan kemajuan bangsanya. Bisa dengan ilmu, passion, atau apapun lah yang bisa jadiin diri lo berperan dalam jalannya proses kehidupan ini, dimanapun itu, kebetulan aja ini Indonesia. Dan kita: LAMPUNG.













Ngompol: Ngobrol Politik. Acara yang merupakan lanjutan dari program tipi Provocativ proactive yang kasarnya diberhentikan karena benar-benar ngebongkar sejarah dan kasus-kasus besar (munir, mahasiswa '98, korupsi dan demokrasi). Ini cuma ada di Jawa (setahu gua), di Mall-Mall, di Kampus. lagi-lagi tujuannya sama: Membangun kesadaran anak muda untuk berperan dalam kemajuan bangsanya.











Konser Hip Hop oleh anak daerah Yogyakarta (Jogja HipHop Foundation). Lagi-lagi intinya sama: Lakukan sesuatu yang membangun lingkunganmu. Khususnya untuk anak muda

Event-event tersebut dimana saja bisa terselenggara asal ada kemauan, termasuk di Bandar Lampung. Gua sebagai anak muda yang gak sengaja hidupnya tau-tau di Bandar Lampung ini, ingin ada acara seperti ini disini. 

Gak harus sama persis, kita tahu itu pasti mahal. Tapi setidaknya kita punya anak daerah yang bakatnya mungkin setara atau sedang menyetarakan dengan idola mereka. Di Lampung ada perkumpulan anak-anak Hip Hop, ada Stand Up Comedy yang tidak sedikit mengangkat tema politik, ada Klub Nonton yang bisa share ide kepeduliannya terhadap masalah yang ada, ada Komunitas peduli Autis, ada Lampung Berkebun, dll.

Nah, gua harap semua komunitas sosial, passion, atau apapun itu latar belakang terbentuknya, kita semua bisa bergabung me-share ide, latar belakang, dan tujuan kita. Siapa tahu ada sinergi yang bisa membangun lampung lebih baik lagi.

Gua ngebayangin ada acara besar di Lampung yang terselenggara dari kerjasama semua komunitas: dari komunitas untuk komunitas, dari kepedulian untuk peduli, dari sharing untuk building. Ide emang simple, actionnya yang ribet. 

hehe..

Mungkin bisa, pikir gua sih gitu, mungkin bisa kalau kita semua bekerja sama. 

Dalam satu acara, entah itu sehari atau lebih, ada berbagai macam segmen biacara. Ada berbagai macam Show, PASSION SHOW. Ada berbagai macam ilmu yang di share kepada semua yang datang. Hasilnya: semoga ada banyak ide dari pemuda daerah untuk membesarkan nama daerahnya. 

Gua share ide ini di Blog, karena gua tahu banyak komunitas sosial, passion, dll di Lampung. Gak semuanya gua kenal. Manfaatin sosial media keyaknya bisa jadi solusi.

Masalah konsep, dana, dll.nya bisa diobrolin lagi. YOOOOK!