Sekitar beberapa hari yang lalu, udah bisa dibilang seminggu, ada perdebatan yang cukup mengganggu pikiran (hal yg didebatkan adalah masalah lama)
Apakah benar Nabi Muhammad tidak dijamin masuk surga??
Ini berawal dari pendapat Pak Prof. M. Quraish Shihab di acara Tafsir Al-Misbah Metro TV beberapa tahun yang lalu. Banyak Ulama dan kalangan islam yang mengkritisi bahkan menghujat Pak Quraish. Gw sendiri pembaca karya Pak Quraish, dan satu hal yang perlu gw tekenin bahwa bapak satu ini tidak pernah men-judge-sesuatu yang kepastiannya merupakan hak preogatif Tuhan, Salah satunya Hak memasukkan manusia ke surga dan neraka.
Apakah Pak Quraish Shihab tidak yakin Nabi Muhammad s.a.w dengan segala track record dan catatan sejarah beliau tidak masuk surga? jawabannya sudah Pak Quraish Shihab berikan di acara tersebut. Beliau mengatakan (kurang lebih, kalau mau tepatnya gimana silahkan cek Youtube di Link ini ) "Kita percaya nabi muhammad masuk surga"
"Kita", dalam bahasa indonesia berarti "saya dan semua org yang terlibat" Gw rasa cukup jelas jawaban Pak Quraish.
Tapi, Pak Quraih Menekankan bahwa Tidak benar Nabi Muhammad s.a.w dijamin surga oleh Allah s.w.t kecuali ada di al-Quran dengan tegas mengatakan bahwa yang taat yang masuk surga.
Urusan Surga dan Neraka dalam hal ini adalah hak preogatif tuhan, hanya tuhan yang memilikinya. Seperti halnya juri dalam sebuah kompetisi.
Masalahnya sangat kecil, cuman efeknya kalo gak dicermati besar bgt. Hanya dalam hal bahasa, antara menyakini dan menjamin. Kita sebagai manusia berhak menyakini urusan apapun baik yang berkaitan dengan dunia atau akherat.. namun jaminan untuk keyakinan itu sendiri adalah hak yang maha tinggi, yang maha kuasa, raja dari segala raja.
Gw pribadi sangat yakin nabi muhammad s.a.w masuk surga, 100%. Tidak tanpa alasan, sangat jelas alasan gw menyakini itu, begitu pula dengan umat islam. Tapi ketika ditanya "lo bisa jamin keyakinan lo bener gak?", gw bakal jawab "Gak". Alasannya jelas.. Surga dan Neraka yang megang bukan gw.
Gua yakin banget Rimar Calista bakal juara Kompetisi The Voice di RCTI tahun ini. Tapi kenyataannya?? Babak Knock Out aja doi gak lolos. Seandainya yang punya kompetisi itu gw, gw jamin Rimar juaranya, tapi gw kan cuman penonton, hehe...
Trus pertanyaan yang muncul..
Jadi yang taat belum tentu masuk surga??
Sekarang lo taat karna patuh apa karna surga?
Kalau yang taat belum tentu masuk surga gmn?? lo gak mau sholat?? gak mau zakat?? gak mau berbakti??
JAWAB AJA SENDIRI.
Kamis, 04 Agustus 2016
Sabtu, 18 Juni 2016
Tuhan Save me!
hoam...
ntah siapa yng baca blog ini,.. tulis-tulis aja lah..
ini cuman sebuah teori yang gw dapet pas gw berdoa "Ya Allah selamatkan lah saudaraku diperjalanan"
kadang terdengar berbeda namun intinya sama "Ya Allah lindungilah aku diperjalanan"
TUHAN, SAVE ME..
Pertanyaannya, gimana kalau gw gak selamat diperjalanan?
apa Tuhan gak mendengar doa gw, atau Tuhan gak peduli?
Teori gw:
Tuhan udah ngasih sabuk pengaman yang sangat lengkap di diri masing2 ciptaannya, kalau mau ambil contoh misalnya binatang, gw yakin gak ada yg doain kucing garong semoga selamat di jalanan, kenyataannya?? mereka masih aja idup. Binatang punya sabuk pengaman yg disebut "Naluri bertahan hidup: Gigi taring, bisa, cakar, bulu, punuk dll."
manusia?
Akal. Pikiran. Hati, Tangan. Kaki. Sistem Kekebalan tubuh, dll,
Saat keracunan tubuh mengeluarkan respon berkeringat, bintik2. Saat luka mengeluarkan nanah. Itu semua bentuk pertahanan. Reflek adalah salah satu pertahanan yg kurang kita sadari.. kerja saraf yg merespon sangat cepat apabila datang bahaya. Lalu bagaimana saat kita diperjalanan?? Kehati-hatian, tahu kemampuan diri, berfikir agar jangan ngebut, sabar dll, inshaa allah selamat.
jadi spa yg perlu kita doakan?
Mereka yg tidak ada daya: orang yg sudah tua, orang-orang yang hati dan pikirannya rusak, orang-orang yang tidak berakal..
Gw rasa itu..
Rabu, 11 November 2015
PLN
Gara-gara PLN matiin Listrik gw hampir gagal daftar wisuda.
Jaman sekarang, dimana teknologi udah canggih, yang paling dibutuhkan adalah listrik. Mungkin salah satu sebab teknologi di Indonesia susah berkembang adalah listrik yang sering kali padam. Bayangin aja dalam satu hari bisa 3 kali mati selama 3 jam.
Mungkin beberapa tahun ke depan ada sekelompok manusia yang membuat sebuah perkumpulan yang sifatnya meneror kantor PLN. KELOMPOK TERORIS PLN. Tugasnya nge-BOM kantor PLN. Alasannya PLN menyebabkan kerugian di masyarakat dan hidup orang banyak. Bayangin aja ada berapa peluang kejahatan yang terbuka lebar saat listrik padam: Maling, Pencabulan, Begal, Pemerkosaan.
Berikut aturan kelompok teroris ini:
Jika listrik mati satu kali dalam sehari masih bisa dimaafkan
jika listrik mati 2 kali dalam sehari masih bisa dikasih peringatan agar petugas PLN segera bertobat dan memikirkan kepentingan hidup masyarakat.
Jika listrik mati 3 kali dalam sehari maka hukumnya haram, kafir!. Harus diledakkan.
Beberapa keuntungan jika PLN meledak:
1. Suasana akan rame, banyak yang turun ke jalan sekitar kantor PLN sehingga maling dan pemerkosa takut melaksanakan aksinya. Bisa saja mereka ikutan meramekan jalan.
2. Akan terjadi ledakkan yang besar dan percikkan kembang api, asumsinya suasana akan terang seperti malam tahun baru.
3. Kemungkinan besar Perusahaan Listrik Negara bangkrut dan dipindah tangankan kepada swasta, inshaa alllah pengelolaan bisa lebih baik lagi.
Terimakasih.
Kamis, 01 Januari 2015
1 Januari
Selamat Tahun baru buat yang meyakini versi dokter. Dokter mencatat tanggal kelahiran kita berdasarkan kalender masehi. Yang merayakan ulang tahun tiap tanggal kelahiran versi rumah sakit (non hijriyah), maka jangan pernah bilang, "LO GAK USAH IKUT NGERAYAIN TAHUN BARU!!!, KITA UMAT ISLAM PUNYA TAHUN BARUNYA TAHUN BARU HIJRIYAH!"
oke...
"EH pacar lo meninggal umur berapa tahun kemaren??"
"24 tahun Hijriyah.."
STOP! jangan kolot...
Sori.. tulisan di atas ngalir gitu aja. Berasal dari keresahan sehari-hari, tiap ngedenger tukang ceramah ngelarang ngerayain tahun baru.
Tahun 2014 sudah berlalu..
biarlah.
Sedikit pelajaran yang diinget. Minimal, masih ada yang diinget.
Harapan: Semoga Tahun ini keberuntungan lebih berkah.
Ketakutan: Di Drop Out.
oke...
"EH pacar lo meninggal umur berapa tahun kemaren??"
"24 tahun Hijriyah.."
STOP! jangan kolot...
Sori.. tulisan di atas ngalir gitu aja. Berasal dari keresahan sehari-hari, tiap ngedenger tukang ceramah ngelarang ngerayain tahun baru.
Tahun 2014 sudah berlalu..
biarlah.
Sedikit pelajaran yang diinget. Minimal, masih ada yang diinget.
Harapan: Semoga Tahun ini keberuntungan lebih berkah.
Ketakutan: Di Drop Out.
Rabu, 27 Agustus 2014
If kita diperbolehkan memilih before..
If.. Before...
Horeee! kan.. kan.. Jokowi menang.
Tulisan di atas biaar nyambung aja dengan tulisan sebelumnya :)
Mama dedeeee! Curhat dongggggggg!
if.. kita dibolehin milih sebelum di lahirkan, mungkin kita memilih untuk tidak lahir. Jadi, dari sudut pandang si anak, alangkah tepatnya keputusan seorang ibu untuk aborsi.
Si Anak gak perlu kelaperan, gak perlu tumbuh dengan segala macam keburukan dunia. Kebaikan?? keknya gak ada dhe, kesenangan ada, tapi harus dibayar mahal dengan penyesalan. Kebahagiaan?? ada. Tapi harus dibayar dengan pengorbanan. Cukup adil.
Si anak gak perlu merasa resah dengan tontonan televisi: YKS, Pesbuker, sinetron agama, berita palsu, kenaikan BBM, pergantian presiden.
Si anak gak perlu mikirin tugas-tugas dari guru, dosen, gak perlu mikirin tugas yang diberikan oleh manusia yang sebenernya juga malas.
Gak perlu galau, ngebatin, "alangkah susahnya nemu kata yang tepat buat ngungkapin perasaan"
Gak perlu merasa serba salah
Merasa gak enakkan
Si anak hanya perlu menunggu di surga.
SI ANAK AKAN BERDOA, "YA TUHAN TERIMAKASIH TELAH MEMBERIKAN SEORANG IBU YANG BIJAK, SEDIKIT LAGI AKU TERLAHIR KE DUNIA TAPI IBU DENGAN TEPAT MEMBUNUHKU.. DIA TELAH MENYELAMATKAN KU TUHAN! BUNUH DIA TUHAN.. AGAR CEPAT MENYUSULKU. MUDAHKAN JALANNYA DI NERAKA, SAMPAIKAN IBU KE SURGA DENGAN KONDISI SEHAT TANPA LUKA BAKAR.. AAAAAAMIIIIIIIIN!"
Kalaupun tidak dikasih pilihan mau lahir ke dunia atau tidak, alangkah enaknya sebelum roh kita dihembuskan Tuhan ke dunia kita dibolehin milih apa-apa saja yang mau kita bawa. Mungkin semua orang akan meninggalkan 'perasaan'-nya. Kayaknya aman kalau tinggal di dunia hanya dengan pikiran.
Horeee! kan.. kan.. Jokowi menang.
Tulisan di atas biaar nyambung aja dengan tulisan sebelumnya :)
Mama dedeeee! Curhat dongggggggg!
if.. kita dibolehin milih sebelum di lahirkan, mungkin kita memilih untuk tidak lahir. Jadi, dari sudut pandang si anak, alangkah tepatnya keputusan seorang ibu untuk aborsi.
Si Anak gak perlu kelaperan, gak perlu tumbuh dengan segala macam keburukan dunia. Kebaikan?? keknya gak ada dhe, kesenangan ada, tapi harus dibayar mahal dengan penyesalan. Kebahagiaan?? ada. Tapi harus dibayar dengan pengorbanan. Cukup adil.
Si anak gak perlu merasa resah dengan tontonan televisi: YKS, Pesbuker, sinetron agama, berita palsu, kenaikan BBM, pergantian presiden.
Si anak gak perlu mikirin tugas-tugas dari guru, dosen, gak perlu mikirin tugas yang diberikan oleh manusia yang sebenernya juga malas.
Gak perlu galau, ngebatin, "alangkah susahnya nemu kata yang tepat buat ngungkapin perasaan"
Gak perlu merasa serba salah
Merasa gak enakkan
Si anak hanya perlu menunggu di surga.
SI ANAK AKAN BERDOA, "YA TUHAN TERIMAKASIH TELAH MEMBERIKAN SEORANG IBU YANG BIJAK, SEDIKIT LAGI AKU TERLAHIR KE DUNIA TAPI IBU DENGAN TEPAT MEMBUNUHKU.. DIA TELAH MENYELAMATKAN KU TUHAN! BUNUH DIA TUHAN.. AGAR CEPAT MENYUSULKU. MUDAHKAN JALANNYA DI NERAKA, SAMPAIKAN IBU KE SURGA DENGAN KONDISI SEHAT TANPA LUKA BAKAR.. AAAAAAMIIIIIIIIN!"
Kalaupun tidak dikasih pilihan mau lahir ke dunia atau tidak, alangkah enaknya sebelum roh kita dihembuskan Tuhan ke dunia kita dibolehin milih apa-apa saja yang mau kita bawa. Mungkin semua orang akan meninggalkan 'perasaan'-nya. Kayaknya aman kalau tinggal di dunia hanya dengan pikiran.
Senin, 23 Juni 2014
Prabowo atau Jokowi?
Ehmm.. pertama yang harus pembaca disini ketahui adalah keterbatasan pengetahuan saya. Tapi, wajar kan, namanya pengetahuan cakupannya luas, kita semua masih tebatas. Bahkan master dibidang pertanian pun terbatas, belum tentu bisa tahu banyak tentang tata rias. Oke, mulai..
Jokowi atau Prabowo?
Pertama, dalam memilih sosok, saya mengambil 2 kriteria. Pertama Track Record, kedua: cara mereka menjawab dalam debat capres akhir-akhir ini. Setiap pendukung salah satu pihak pasti memiliki nilai lebih dalam menilai pilihannya sehingga yg bukan pilihannya mendapat bagian yang sedikit dalam penilaian. Pendukung Prabowo akan memberikan nilai yang dimulai dari 3 bukan 0, dan jokowi mendapatkan minus 3 bila rentang penilaiannya di dalam cakupan 1 - 10. Misal debat hari ini prabowo terlihat jelek, wasit memberikan nilai 5, jokowi baik dengan nilai 8. Maka di mata pendukung Prabowo, jokowi 5 sedangkan Prabowo 8. Yah, setiap ego dari kita memiliki penilaian subjektif. Begitu juga, mungkin saya.
Saya memilih Jokowi, kenapa?? pertama Track Record yang berorientasi pada Kepemimpinan. Dua daerah yang pernah dia pimpin mengalami perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Itu terbukti dari banyak penghargaan yang Pak Jokowi terima. Jakarta, jelas banyak perubahan, walau banyaknya masalah di Ibu Kota sering kali membiaskan perubahan yang sudah ada. Oke lah.. banyak pendapat yang mengatakan, "Penghargaan untuk Jokowi pemberian AS (yg secara fanatik banyak difahami orang sebagai negara paling licik)" atau "Ah, di Jakarta Jokowi gak amanah. Buktinya dia gak nyampe 5 tahun malah pengen jadi Presiden"
Kedua pendapat tadi menurut saya hanya ketidakpuasan Pro-Prabowo dalam mencari kesalahan/kekurangan jokowi. Banyaknya Kampanye hitam adalah bukti betapa gencarnya cara yang dilakukan demi menjelekkan citra Jokowi. Tapi coba kita bandingkan dengan Prabowo, dia memiliki bermacam penghargaan dibidang militer, namun menurut saya semua penghargaan itu tidak ada artinya ketika pemecatan jatuh pada dirinya setelah pristiwa '98 (dalam hal ini secara sejarah, Jokowi menang dalam hal kepemimpinan). Apakah pendapat ini termasuk Kampanye hitam??, bukan, ini kampanye negatif: Fakta yang benar-benar terjadi. Prabowo dibilang memiliki peran dalam kerukunan tani indonesia, sekarang tanya ke petani apa efeknya dari HKTI?? NOL. Malah banyak yang mengeluh menjadi petani. Apakah ini kampanye hitam??, bukan, ini kampanye Negatif, fakta dilapangan mengatakan begitu, survey aja sendiri.
Jokowi bonekanya Bu Mega!
Oh ya?? menyalahkan Jokowi atas figure yang mencalonkannya. Bagaimana jika saya membenarkan Bu Mega atas Ibu yang mengandungnya: Istri Sorkarno. Tidak ada gunanya menyalahkan seseorang karena orang lain yang ada dibelakangnya. Kalau mau itung-itungan, lihat ada berapa banyak koalisi Prabowo yang pantas disalahkan: Hatta Rajasa (kasus anaknya), Surya Dharma Ali, Abu rizal Bakrie, PKS (korupsi daging sapi serta kasus-kasus memalukan lainnya yang berasal dari anggota partai yang mengklaim mereka semua pantes jadi panutan islam di Indonesia), serta Marzukie Ali (Mulutnya gak tahu diri). Fakta yang sangat mencolok adalah bagi-bagi Kursi yang diterapkan Prabowo dalam mengggaet koalisi, Apakah Jokowi tidak?? saya tidak tahu.. yang saya tahu Jokowi menolak Abu Rizal Bakrie ketika menawarkan Koalisi dengan syarat bagi kursi. Itu sudah cukup menjelaskan. Adakah orang yang rekam jejaknya baik yang mendukung Prabowo?, subjektifitas saya mengatakan TIDAK.
Siapa yang ada dibelakang Jokowi?? ini orang-orang baiknya yang saya tahu:
Masih ada ruang kosong yang belum sempat saya masukkan orang-orangnya.
Mereka semua, kebanyakan, adalah seniman yang terkenal murni dalam karya ciptanya, idealisme mereka kuat, tidak ikut-ikutan. Secara empiris, bisa disimpulkan bahwa mereka semua jauh dari kategori seniman geblek Pesbuker.
Disana ada 3 sosok yang sudah banyak memberikan motivasi pada diri saya secara pribadi, motivasi menjadi anak muda yang positif tentunya: Pandji Pragiwaksono, Anies Baswedan, dan Rene.
Banyak yang meremehkan Jokowi dalam masalah ketegasan, dalam debat capres baru-baru ini Jokowi secara tegas mengatakan, "Tegas itu berani mengambil keputusan, dan menerima resikonya!". Bagaimana dengan Prabowo?? Tegas??, dari Intonasi Suara dan Latar Belakang Militer yang dimiliknya saya menjawab "IYA" Prabowo Tegas, tapi dalam hal Keputusan dan Resiko tidak sama sekali. Hal ini terlihat jelas ketika Prabowo menjawab dan memaparkan program kerjanya, lihatlah apa pernah dia mengatakan sesuatu yang bersifat keputusan?? tidak pernah.. Prabowo hanya bermain syair dengan mengatakan "indonesia yang sejahtera" tapi caranya tidak pernah dijelaskan secara spesifik, "Indonesia yang kuat dan tidak menyerah dengan bangsa lain" tapi caranya tidak pernah dijelaskan secata spesifik. Jawaban Prabowo tidak pernah menjelaskan "apa yang akan dia lakukan", penjelasan hanya menjelaskan "apa yang sedang dia katakan"... tidak gerakan dalam programnya, hanya ada tulisan (NO ACTION, JUST TALKING). Saya menyebutkan sebagai sajak program kerja.. seperti halnya penyair, mereka hanya mengatakan sesuatu yang malas mereka kerjakan, mengatakan sesuatu yang mereka sesalkan, mengatakan sesuatu yang membuat mereka terkesan romantis padahal dikenyataan selalu gagal menjalin hubungan yg harmonis.
Satu lagi yang membuat saya memilih Jokowi, Kali ini bukan karena Jokowi, tapi justru karena Prabowo. Pak Prabowo mengancam karir saya, saya, kami, para pekerja seni sangat anti pola perintah militer.. kami lebih menyukai pola asuh. Saya anti pemimpin diktator.
Dan, sumpah.. coba lihat masa jokowi saat kampanye: MEREKA MEMBAWA NAMA RAKYAT, BUKAN BENDERA PARTAI!.
SALAM DUA JARI
terimakasih.. :D
Jokowi atau Prabowo?
Pertama, dalam memilih sosok, saya mengambil 2 kriteria. Pertama Track Record, kedua: cara mereka menjawab dalam debat capres akhir-akhir ini. Setiap pendukung salah satu pihak pasti memiliki nilai lebih dalam menilai pilihannya sehingga yg bukan pilihannya mendapat bagian yang sedikit dalam penilaian. Pendukung Prabowo akan memberikan nilai yang dimulai dari 3 bukan 0, dan jokowi mendapatkan minus 3 bila rentang penilaiannya di dalam cakupan 1 - 10. Misal debat hari ini prabowo terlihat jelek, wasit memberikan nilai 5, jokowi baik dengan nilai 8. Maka di mata pendukung Prabowo, jokowi 5 sedangkan Prabowo 8. Yah, setiap ego dari kita memiliki penilaian subjektif. Begitu juga, mungkin saya.
Saya memilih Jokowi, kenapa?? pertama Track Record yang berorientasi pada Kepemimpinan. Dua daerah yang pernah dia pimpin mengalami perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Itu terbukti dari banyak penghargaan yang Pak Jokowi terima. Jakarta, jelas banyak perubahan, walau banyaknya masalah di Ibu Kota sering kali membiaskan perubahan yang sudah ada. Oke lah.. banyak pendapat yang mengatakan, "Penghargaan untuk Jokowi pemberian AS (yg secara fanatik banyak difahami orang sebagai negara paling licik)" atau "Ah, di Jakarta Jokowi gak amanah. Buktinya dia gak nyampe 5 tahun malah pengen jadi Presiden"
Kedua pendapat tadi menurut saya hanya ketidakpuasan Pro-Prabowo dalam mencari kesalahan/kekurangan jokowi. Banyaknya Kampanye hitam adalah bukti betapa gencarnya cara yang dilakukan demi menjelekkan citra Jokowi. Tapi coba kita bandingkan dengan Prabowo, dia memiliki bermacam penghargaan dibidang militer, namun menurut saya semua penghargaan itu tidak ada artinya ketika pemecatan jatuh pada dirinya setelah pristiwa '98 (dalam hal ini secara sejarah, Jokowi menang dalam hal kepemimpinan). Apakah pendapat ini termasuk Kampanye hitam??, bukan, ini kampanye negatif: Fakta yang benar-benar terjadi. Prabowo dibilang memiliki peran dalam kerukunan tani indonesia, sekarang tanya ke petani apa efeknya dari HKTI?? NOL. Malah banyak yang mengeluh menjadi petani. Apakah ini kampanye hitam??, bukan, ini kampanye Negatif, fakta dilapangan mengatakan begitu, survey aja sendiri.
Jokowi bonekanya Bu Mega!
Oh ya?? menyalahkan Jokowi atas figure yang mencalonkannya. Bagaimana jika saya membenarkan Bu Mega atas Ibu yang mengandungnya: Istri Sorkarno. Tidak ada gunanya menyalahkan seseorang karena orang lain yang ada dibelakangnya. Kalau mau itung-itungan, lihat ada berapa banyak koalisi Prabowo yang pantas disalahkan: Hatta Rajasa (kasus anaknya), Surya Dharma Ali, Abu rizal Bakrie, PKS (korupsi daging sapi serta kasus-kasus memalukan lainnya yang berasal dari anggota partai yang mengklaim mereka semua pantes jadi panutan islam di Indonesia), serta Marzukie Ali (Mulutnya gak tahu diri). Fakta yang sangat mencolok adalah bagi-bagi Kursi yang diterapkan Prabowo dalam mengggaet koalisi, Apakah Jokowi tidak?? saya tidak tahu.. yang saya tahu Jokowi menolak Abu Rizal Bakrie ketika menawarkan Koalisi dengan syarat bagi kursi. Itu sudah cukup menjelaskan. Adakah orang yang rekam jejaknya baik yang mendukung Prabowo?, subjektifitas saya mengatakan TIDAK.
Siapa yang ada dibelakang Jokowi?? ini orang-orang baiknya yang saya tahu:
Masih ada ruang kosong yang belum sempat saya masukkan orang-orangnya.
Mereka semua, kebanyakan, adalah seniman yang terkenal murni dalam karya ciptanya, idealisme mereka kuat, tidak ikut-ikutan. Secara empiris, bisa disimpulkan bahwa mereka semua jauh dari kategori seniman geblek Pesbuker.
Disana ada 3 sosok yang sudah banyak memberikan motivasi pada diri saya secara pribadi, motivasi menjadi anak muda yang positif tentunya: Pandji Pragiwaksono, Anies Baswedan, dan Rene.
Banyak yang meremehkan Jokowi dalam masalah ketegasan, dalam debat capres baru-baru ini Jokowi secara tegas mengatakan, "Tegas itu berani mengambil keputusan, dan menerima resikonya!". Bagaimana dengan Prabowo?? Tegas??, dari Intonasi Suara dan Latar Belakang Militer yang dimiliknya saya menjawab "IYA" Prabowo Tegas, tapi dalam hal Keputusan dan Resiko tidak sama sekali. Hal ini terlihat jelas ketika Prabowo menjawab dan memaparkan program kerjanya, lihatlah apa pernah dia mengatakan sesuatu yang bersifat keputusan?? tidak pernah.. Prabowo hanya bermain syair dengan mengatakan "indonesia yang sejahtera" tapi caranya tidak pernah dijelaskan secara spesifik, "Indonesia yang kuat dan tidak menyerah dengan bangsa lain" tapi caranya tidak pernah dijelaskan secata spesifik. Jawaban Prabowo tidak pernah menjelaskan "apa yang akan dia lakukan", penjelasan hanya menjelaskan "apa yang sedang dia katakan"... tidak gerakan dalam programnya, hanya ada tulisan (NO ACTION, JUST TALKING). Saya menyebutkan sebagai sajak program kerja.. seperti halnya penyair, mereka hanya mengatakan sesuatu yang malas mereka kerjakan, mengatakan sesuatu yang mereka sesalkan, mengatakan sesuatu yang membuat mereka terkesan romantis padahal dikenyataan selalu gagal menjalin hubungan yg harmonis.
Satu lagi yang membuat saya memilih Jokowi, Kali ini bukan karena Jokowi, tapi justru karena Prabowo. Pak Prabowo mengancam karir saya, saya, kami, para pekerja seni sangat anti pola perintah militer.. kami lebih menyukai pola asuh. Saya anti pemimpin diktator.
Dan, sumpah.. coba lihat masa jokowi saat kampanye: MEREKA MEMBAWA NAMA RAKYAT, BUKAN BENDERA PARTAI!.
SALAM DUA JARI
terimakasih.. :D
Senin, 21 Oktober 2013
Young On Fire
Mohon Share..
Acara yang ngundang orang-orang hebat, tujuannya cuma satu: agar anak muda cukup peduli dengan kemajuan bangsanya. Bisa dengan ilmu, passion, atau apapun lah yang bisa jadiin diri lo berperan dalam jalannya proses kehidupan ini, dimanapun itu, kebetulan aja ini Indonesia. Dan kita: LAMPUNG.
Ngompol: Ngobrol Politik. Acara yang merupakan lanjutan dari program tipi Provocativ proactive yang kasarnya diberhentikan karena benar-benar ngebongkar sejarah dan kasus-kasus besar (munir, mahasiswa '98, korupsi dan demokrasi). Ini cuma ada di Jawa (setahu gua), di Mall-Mall, di Kampus. lagi-lagi tujuannya sama: Membangun kesadaran anak muda untuk berperan dalam kemajuan bangsanya.
Konser Hip Hop oleh anak daerah Yogyakarta (Jogja HipHop Foundation). Lagi-lagi intinya sama: Lakukan sesuatu yang membangun lingkunganmu. Khususnya untuk anak muda
Event-event tersebut dimana saja bisa terselenggara asal ada kemauan, termasuk di Bandar Lampung. Gua sebagai anak muda yang gak sengaja hidupnya tau-tau di Bandar Lampung ini, ingin ada acara seperti ini disini.
Gak harus sama persis, kita tahu itu pasti mahal. Tapi setidaknya kita punya anak daerah yang bakatnya mungkin setara atau sedang menyetarakan dengan idola mereka. Di Lampung ada perkumpulan anak-anak Hip Hop, ada Stand Up Comedy yang tidak sedikit mengangkat tema politik, ada Klub Nonton yang bisa share ide kepeduliannya terhadap masalah yang ada, ada Komunitas peduli Autis, ada Lampung Berkebun, dll.
Nah, gua harap semua komunitas sosial, passion, atau apapun itu latar belakang terbentuknya, kita semua bisa bergabung me-share ide, latar belakang, dan tujuan kita. Siapa tahu ada sinergi yang bisa membangun lampung lebih baik lagi.
Gua ngebayangin ada acara besar di Lampung yang terselenggara dari kerjasama semua komunitas: dari komunitas untuk komunitas, dari kepedulian untuk peduli, dari sharing untuk building. Ide emang simple, actionnya yang ribet.
hehe..
Mungkin bisa, pikir gua sih gitu, mungkin bisa kalau kita semua bekerja sama.
Dalam satu acara, entah itu sehari atau lebih, ada berbagai macam segmen biacara. Ada berbagai macam Show, PASSION SHOW. Ada berbagai macam ilmu yang di share kepada semua yang datang. Hasilnya: semoga ada banyak ide dari pemuda daerah untuk membesarkan nama daerahnya.
Gua share ide ini di Blog, karena gua tahu banyak komunitas sosial, passion, dll di Lampung. Gak semuanya gua kenal. Manfaatin sosial media keyaknya bisa jadi solusi.
Masalah konsep, dana, dll.nya bisa diobrolin lagi. YOOOOK!
Minggu, 01 September 2013
UNIBLABLABLA
Universitas Negeri Blablabla Lampung mengenakan biaya masuk untuk Mahasiswa baru Jalur Paralel, Fakultas FISIP Jurusan Komunikasi sebesar Rp 20.000.000, uang semester Rp 4.500.000. GILA! itu menurut pengakuan salah satu mahasiwanya, nih Twitter-nya: @hadyvilla95
Dua puluh jutah, itu total biaya kuliah gua selama 10 semester di universitas yang sama, kebetulan karena gua pinter, gua masuk lewat jalur tes SNMPTN. Semua biaya hidup gua (Uang jajan+uang semester+uang KKN+PU+fotocopy+warnet)!, Mahasiswa ini tadi ngabisin 20 juta cuma sehari, buat masuk UNIBLABLABLA doang!
Lo pikir lo jadi spesial bayar segitu besarnya, jawabannya: NGGAK!
Lo sama aja dengan gua di UNIBLABLABLA, kursi belajar lo tetep aja dari kayu, ruangan lo tetep aja ACnya ada yang rusak, Dosen lo (gua jamin) tetep aja ada yang males-malesan. LO GAK SPESIAL DENGAN BAYAR SEGITU, LO BODOH. Makasih....
Mending uangnya lo sedekahin ke orang miskin daripada lo kasih ke pihak birokrat, jadi makanan koruptor aja. Gua berani bilang itu dikorupsi, why??, karena gak jelas uangnya kemana. Ke Fasilitas??, gak ada fasilitas yang sepadan dengan uang segitu, tetep aja 2 tahun lagi lo liat fasilitas yang itu itu lah, tetep aja WC lo sering gak ada aer, tetep aja listrik sering turun, tetep aja BEM tutup mulut (karena dana mereka juga dikasih pihak birokrat, kalau mereka protes dana gak turun :D), yang di BEM juga calon koruptor nantinya. Gak percaya??, yaudah..
Kata temen gua tadi biaya 20 juta itu nantinya buat mahasiswa bidik misi. Gua kasih tahu kalau "bidik misi" itu program pemda, duitnya dari pemda. Makanya baca koran!
Gua pikir selama ini gua paling sial kuliah di UNIBLABLABLA, ternyata ada Elo, makasih.. :)))
Udah itu aja tulisan gua, kebetulan sedang gak ada kerjaan.
Sabtu, 10 Agustus 2013
Review Buku Kelakar #Tanpa Batas
Buku ini bohong! Tidak semua isinya kelakar, ada kesedihan
tanpa Punch-Line.
Gua rasa Om Sammy (begitu saya menyebutnya) memberikan nama “tanpa
batas” atas dasar usia. Seperti yang beliau katakan, “mudah-mudahan bisa
dinikmati oleh semua kalangan. Bukan sebuah kebenaran mutlak, hanya sebuah
sudut pandang dari seorang seniman komedi yang telat berkecimpung di dunia
tersebut”. Hehehe...
Tanpa batas usia, tanpa batas kalangan, tanpa batas teori, tanpa
batas pemilihan joke, adalah prinsip komedi yang dibawakan Om Sammy. Isu
politik, sosial, pembahasan sejarah singkat indonesia dan dirinya sendiri yang
sangat mempengaruhi kepribadiannya, semua ditulis. Beberapa isi buku juga membahas teori stand
up comedy, mulai dari teori dia sendiri yang menekankan sense of humor, teori
yang dia pelajari dari Almarhum George Carlin, dan dari buku Greg Dean ‘Step by
Step to Stand-Up Comedy.
Banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan dari pengalaman
yang dibagikan Om Sammy dalam bukunya, terutama pada bagian ‘hidup setelah
menjadi comic’. Pengalaman menyikapi hal baru, sikap antar sesama comic, dan betapa
bahagianya bertemu dengan seseorang yang dikagumi. Sesuatu yang biasa namun di titik
yang luar biasa, yaitu ketika kita kesampain berbicara dengan hati, “Saya
seolah gak percaya kalau hal yang saya alami ini nyata”.
Di buku ini Om Sammy juga menceritakan perjalananan tour
Tanpa Batas. Rangkaian Bit, suasana, hingga dampak yang dirasakannya maupun
yang terjadi terhadap penonton,”Lain lagi saat show di Bali, ada pasangan yang
kedapatan berpegangan tangan saat lagu ini saya nyanyikan”, tulisnya.
Sammy @notaslimboy adalah komika indonesia yang tidak
membatasi jokenya, politik, sex, sosial, agama, televisi, semua bisa diolah
keformat komedi yang mencairkan suasana dan menghasilkan tawa. Tanpa batas
tidak hanya pada joke, tetapi ada sesuatu yang sangat diharapkan oleh setiap
pekarya, sesuatu yang besar, tanpa batas, sebuah keadaan yang diharapkan oleh
Om Sammy, keadaan dimana tidak ada batas, semua bersama dalam keterbukaan.
Om Sammy menyadari bahwa tidak ada di dunia ini yang tidak
memiliki batas, semua pasti ada batasnya, itu diakuinya di halaman 168.
Sabtu, 08 Juni 2013
Momen
Kadang ada keinginan untuk mengungkapkan perasaan kepada seseorang yang kita cintai, tapi gak bisa. "Belum saatnya". Gue rasa alam semesta memiliki peran dalam setiap keputusan dan langkah manusia, apabila memang sudah saatnya maka alam semesta akan mendukung, memberikan energi positif, meng-cover dengan kenyamanan yang sempurna. Saat-saat seperti itu gue rasa disebut Momen.
Dari perjalanan hidup yang gak bagus-bagus amat, gue menyadari pembagian momen dalam kehidupan manusia. Masa kecil adalah momennya kita untuk bermain, alam memberikan keleluasaan kepada tiap anak untuk bermain, jiwa mereka adalah bermain. Remaja adalah momen dimana setiap anak leluasa mencari jati diri, alam semesta memberikan ruang untuk bergaul, berfikir, kadang sengaja menciptakan masalah-masalah konyol; berantem, iri, cemburu, maniak, obsesius, dll. Dewasa adalah momen dimana alam semesta memberikan ruang gerak yang penuh dengan masalah, solusi, dan pilihan dalam 3 dimensi ruang dan waktu, disini adalah momennya manusia untuk mengembangkan dirinya.
Terakhir adalah momen dimana alam memberikan ruang bebas untuk kita mewujudkan keinginan, tentunya alam semesta akan mendukung kalau kita melalui momen-momen sebelumnya dengan baik dan patuh. Disini kita akan bebas, penuh ketenangan, keberanian, dan kedewasaan untuk memilih seseorang pendamping, masa depan untuk cakupan kehidupan yang lebih luas (warisan), dan bagaimana cara kita mati.
Kadang manusia tidak sabar menunggu momen, sehingga mereka sedikit memaksa. Masih kecil bilangnya ingin cepat gede, masih remaja ingin melakukan hubungan orang dewasa, masih dalam proses dewasa ingin dianggap bijak. Belum bisa bertanggung jawab, udah berani bilang "lo milik gue", preeet!.
Kamis, 25 April 2013
Pura-pura jatuh (Cinta)
Ini menarik, sesuatu yang sering banget gue alami tapi baru
sekarang kepikiran. Jatuh cinta. Ini aneh menurut gue, dari SD sampai sekarang
kalau jatuh gue selalu kesal, tapi giliran ngomongin jatuh cinta, gue, bahkan
lo, pasti senyum-senyum gak jelas. Yang jelas mungkin cuma akibatnya, sama-sama
bikin sakit.
Yang jadi pertanyaan gue, jatuh cinta ini termasuk jenis
jatuh yang disengaja atau gak sengaja (sebut saja kepleset). Kalau gak sengaja
berarti tanpa rencana dong (biasanya sih sakit kalau kepleset), kalau disengaja
berarti boongan dong. Gimana sih.
Kalau gak sengaja lo gak kepikiran, tapi kan kenyataannya lo
terus mikirin dan karena itulah lo berani bilang “gue jatuh cinta”. Kalau disengaja
berarti lo mikirin dan pastinya ada tujuan dong.
Mungkin alur ceritanya kayak gini; awalnya kita gak sengaja
jatuh cinta, terus kepikiran “kok gue tadi jatuh ya”, lalu kita ngerasa “kok
gak bisa lupa ya”, akhirnya kita penasaran dan pengen jatuh lagi. Kali ini
jatuhnya disengaja (pura-pura jatuh), tujuannya cuma satu: memuaskan rasa
penasaran. Waktu kita pura-pura jatuh dan kebetulan ada yang ngeliat dan
nolong, kita merasakan kebahagiaan, “wah ditolong itu rasanya enak banget”.
Lalu kita cerita ke orang yang tadi nolong, “coba dhe kamu pura-pura jatuh,
ntar aku tolong, rasanya enak lho”. Terus dia pura-pura jatuh atas saran kita
tadi, dan kita tolong (pura-pura nolong tentunya). Akhirnya dia juga ngerasain
pura-pura jatuh dan pura-pura ditolong itu ternyata enak. Sampai pada akhirnya
kita sama-sama sadar ternyata semuanya pura-pura, semuanya ada atas dasar rasa
penasaran.
Saat kita sadar, ternyata
lukanya udah parah banget, lalu kita nyari orang lain untuk nolong nyembuhin
lukanya. Kebetulan pas kita butuh pertolongan eh ada yang jatoh di depan kita,
kita tolong (pura-pura) dengan harapan dia juga nolong kita nyembuhin luka
akibat jatuh di hal yang sama, cinta.
Ah sudahlah. Pikir aja sendiri.
Jumat, 19 April 2013
Loyalitas
Gue kenal kata Loyalitas pas Kuliah, dari senior gue. Gini, gue lebih suka baca buku dari pada
dengerin orang ngomong ke gue, pengalaman gue bilang kalau orang itu ngomong
apa yang dia anggap bener sementara itu belum tentu bener di elo kemudian
setiap orang sebagian besar selalu ingin orang mengikuti pola pikirnya agar dia
lebih mudah memola keinginannya dan jika keinginannya buruk dan loe terpengaruh
dengan kata-katanya maka lo ikut menjalankan keburukannya. Intinya semua orang
punya doktrin dalam kata-katanya. Gak semua doktrin buruk, misal ibu lo nyuruh
lo makan pagi biar sehat, “Nak makan pagi pake nasi biar sehat”, kata-kata ini
selalu ibu ucapkan, selalu diulang-ulang, sehingga tanpa kita sadari itulah
yang kita lakukan tiap pagi. Makan pagi, peke nasi, bukan roti.
Kalau baca buku lo bisa berfikir lebih panjang untuk
mencerna sebuah kata-kata. Mungkin itulah kenapa Tuhan meninggalkan petunjuk
dalam bentuk Kitab.
Loyalitas selalu dihubungkan dengan organisasi, organisasi
bisa dalam bentuk keluarga, kelompok, atau band. Di dalam kelompok ada
himpunan, biasanya dikalangan mahasiswa dipegang oleh senior, bukan ketua
himpunan. Di dalam keluarga ada orang tua dan si anak tertua, di dalam band
biasanya Ahmad Dhani, hehehe...
Semua pemegang “kekuasaan ini” memberlakukan 2 pasal yang
sama;
1.
Mereka tidak pernah salah
2.
Bila mereka salah maka kembali ke pasal 1.
Intinya mereka merasa tidak pernah salah. Seolah pengalaman
hidup mereka sama dengan pengalaman hidup kita, atau mungkin mereka ingin
membuat kita merasakan pengalaman hidup seperti mereka, kasarnya, sebut saja,
balas dendam.
Gue punya loyalitas, tapi bukan untuk organisasi, atau
keluarga, loyalitas gue persembahkan untuk yang gue cintai; orang tua,
keluarga, kekasih, passion, lebih besar lagi pada Tuhan.
Emang gak mudah mempertahankan yang kita cintai, banyak kok
contohnya, misal pacar, lo bilang cinta kan tapi kenyataannya paling lama 1
tahun lo pacaran. Habis itu temenan lagi, bahkan ada yang jadi semacam musuh yang
tak tertulis. Kalau lo mau mudah ya lo ikutin aja kata mereka, kata senior,
kata dosen, kata pemerintah, kata yang tertua. Ngikut lebih enak daripada
mimpin.
Gue rasa kita sudah cukup dewasa untuk menilai orang dari
pesan dan ajakannya, lo boleh ikutin kata “mereka” kalau menurut lo itu baik,
buang kalau itu buruk. Lo bisa ambil bagian-bagian dari seseorang, ambil bagian
yang baiknya. Kenyataannya kita yang
terlahir saat ini sangat diuntungkan, kita bisa mengambil pelajaran dari
sejarah, dari yang sudah berlalu, kita tinggal pilih dan lo bebas milih,
berfikir aman atau berfikir sehat.
Yang aman belum tentu sehat, yang sehat sudah pasti aman. : )))
Yang aman belum tentu sehat, yang sehat sudah pasti aman. : )))
Rabu, 17 April 2013
Yang kita ingin
"Aku tidak ingin menjadi orang yang mudah dilecehkan" (Cloud Atlas)
Yah, siapa yang mau dilecehkan. Setiap orang pasti pernah dilecehkan, tentunya karena perbuatan mereka sendiri. Biasanya perbuatan itu tidak disukai oleh yang melecehkan. Bisa jadi yang melecehkan lebih buruk, bisa jadi mereka lebih baik, tergantung elo.
Kebaikan dan keburukan sebenernya saling melecehkan, makanya mereka tidak pernah akur satu sama lain. Kalau terlihat akur itu mungkin bagian dari strategi yang ujung-ujungnya saling menjatuhkan. Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah jika kita tidak benar-benar mencarinya. Kadang manusia itu terlalu takut untuk berdosa, sehingga mereka tidak pernah tahu asal usul kebenaran. Simpelnya, dari kejatuhan lo bisa sedikit menghargai pembangunan, dari perjuangan lo bisa tahu rasanya kemerdekaan. Itulah kenapa generasi awal selalu lebih baik dari generasi selanjutnya, itu karena mereka berjuang, sedangkan generasi selanjutnya hanya bisa menikmati.
Sangat sederhana, misalkan kita ambil contoh dari kehidupan sehari-hari saja. Banyak sekali anak muda, remaja, bahkan mahasiswa yang terlalu takut protes, takut untuk bilang "tidak" kepada kata-kata dosen sementara kepada orang tua mudah banget bilang "nggak".
Sebenernya, mahasiswa tahu kalau dosen itu membuat aturan yang suka mereka langgar sendiri; Dosen bilang jangan telat, pada kenyataannya dosen sering telat. Dosen bilang "fokus kuliah", pada kenyataannya dosen gak fokus-fokus amat ngajar kuliah (kadang lebih mentingin proyek, seminar, yang paling update adalah kenyataan bahwa dosen lebih mentingin jaga anak SMA UN dari pada ngasih kuliah mahasiswa). Lo tau itu semua karena apa??. Karena Uang. (titik). Pemerintah juga sih yang goblok, kalau sekedar buat nakut-nakutin anak UN gue rasa gak perlu dosen, preman banyak, lumayan bisa ngurangin jumlah preman pas UN.
Dari film Cloud Atlas ada satu pesan yang pas banget buat gambarin apa yang terjadi di masa kini, "semua bertanggung jawab atas semua yang terjadi". Sebagai mahasiswa gue ngerasa dosen ikut bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang sakit jiwa, sebagai dosen mungkin gue ngerasa mahasiswa bertanggung jawab atas dosen yang sakit hati. Lepas dari saling lempar tanggung jawab pada akhirnya toh kita juga yang ngerasain akibat dari perbuatan kita. Ada masanya kita harus merasa bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Lo kayak gini ya karena lo kayak gitu, lo kayak gitu yang emang lo kayak gini.
Orang jaman sekarang terlalu banyak tahu tentang sejarah, cerita yang lalu, perjuangan, kematian, perang, dll. yang akhirnya membuat mereka bebas memilih, milih bertahan dengan apa yang lo anggap baik, atau milih apa yang lo anggep aman. Sejarah mengatakan kalau yang baik itu gak pernah enak, aman itu ngikut aja, jahat itu enak. Kenyataan yang terjadi juga mengatakan "dibunuh itu mati", "ngebunuh, lo bisa tetap hidup", "penjahat lebih banyak tertawa, sekali merengut langsung mati (hidupnya enak, matinya gak enak). Kalau mahasiswa lama memberikan contoh menjadi "penurut" dan "cari aman", jangan ngelecehin adek-adeknya kalau juga ikutan cari aman dan cari dosen biar tambah aman. Semua saling terkait, sebab akibat udah jadi hukum alam.
Orang yang memilih aman adalah saksi betapa mengerikannya kekuasaan mewujudkan kehendaknya, menjadi saksi betapa lemahnya kebaikan berdiri melawan, menjadi saksi betapa bodohnya perlawanan, betapa tersiksanya memilih aman.
Yah, siapa yang mau dilecehkan. Setiap orang pasti pernah dilecehkan, tentunya karena perbuatan mereka sendiri. Biasanya perbuatan itu tidak disukai oleh yang melecehkan. Bisa jadi yang melecehkan lebih buruk, bisa jadi mereka lebih baik, tergantung elo.
Kebaikan dan keburukan sebenernya saling melecehkan, makanya mereka tidak pernah akur satu sama lain. Kalau terlihat akur itu mungkin bagian dari strategi yang ujung-ujungnya saling menjatuhkan. Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah jika kita tidak benar-benar mencarinya. Kadang manusia itu terlalu takut untuk berdosa, sehingga mereka tidak pernah tahu asal usul kebenaran. Simpelnya, dari kejatuhan lo bisa sedikit menghargai pembangunan, dari perjuangan lo bisa tahu rasanya kemerdekaan. Itulah kenapa generasi awal selalu lebih baik dari generasi selanjutnya, itu karena mereka berjuang, sedangkan generasi selanjutnya hanya bisa menikmati.
Sangat sederhana, misalkan kita ambil contoh dari kehidupan sehari-hari saja. Banyak sekali anak muda, remaja, bahkan mahasiswa yang terlalu takut protes, takut untuk bilang "tidak" kepada kata-kata dosen sementara kepada orang tua mudah banget bilang "nggak".
Sebenernya, mahasiswa tahu kalau dosen itu membuat aturan yang suka mereka langgar sendiri; Dosen bilang jangan telat, pada kenyataannya dosen sering telat. Dosen bilang "fokus kuliah", pada kenyataannya dosen gak fokus-fokus amat ngajar kuliah (kadang lebih mentingin proyek, seminar, yang paling update adalah kenyataan bahwa dosen lebih mentingin jaga anak SMA UN dari pada ngasih kuliah mahasiswa). Lo tau itu semua karena apa??. Karena Uang. (titik). Pemerintah juga sih yang goblok, kalau sekedar buat nakut-nakutin anak UN gue rasa gak perlu dosen, preman banyak, lumayan bisa ngurangin jumlah preman pas UN.
Dari film Cloud Atlas ada satu pesan yang pas banget buat gambarin apa yang terjadi di masa kini, "semua bertanggung jawab atas semua yang terjadi". Sebagai mahasiswa gue ngerasa dosen ikut bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang sakit jiwa, sebagai dosen mungkin gue ngerasa mahasiswa bertanggung jawab atas dosen yang sakit hati. Lepas dari saling lempar tanggung jawab pada akhirnya toh kita juga yang ngerasain akibat dari perbuatan kita. Ada masanya kita harus merasa bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Lo kayak gini ya karena lo kayak gitu, lo kayak gitu yang emang lo kayak gini.
Orang jaman sekarang terlalu banyak tahu tentang sejarah, cerita yang lalu, perjuangan, kematian, perang, dll. yang akhirnya membuat mereka bebas memilih, milih bertahan dengan apa yang lo anggap baik, atau milih apa yang lo anggep aman. Sejarah mengatakan kalau yang baik itu gak pernah enak, aman itu ngikut aja, jahat itu enak. Kenyataan yang terjadi juga mengatakan "dibunuh itu mati", "ngebunuh, lo bisa tetap hidup", "penjahat lebih banyak tertawa, sekali merengut langsung mati (hidupnya enak, matinya gak enak). Kalau mahasiswa lama memberikan contoh menjadi "penurut" dan "cari aman", jangan ngelecehin adek-adeknya kalau juga ikutan cari aman dan cari dosen biar tambah aman. Semua saling terkait, sebab akibat udah jadi hukum alam.
Orang yang memilih aman adalah saksi betapa mengerikannya kekuasaan mewujudkan kehendaknya, menjadi saksi betapa lemahnya kebaikan berdiri melawan, menjadi saksi betapa bodohnya perlawanan, betapa tersiksanya memilih aman.
Minggu, 14 April 2013
Remaja Malam
Malam hari bagi sebagian orang menjadi waktu yang tepat untuk berfikir, merenung, ibadah. Remaja biasanya memanfaatkan waktu malam untuk bermain, karena siangnya sibuk belajar. Gue semalem main, tapi bukan sebagai remaja, sebagai temen yang nemenin temennya yang gak tau mau ngapain, "ngapain sih?" tanya gue, dijawab, "menikmati malam", azeek, padahal udah pagi pukul 2.
Di kota (kota??) Bandar Lampung ada tempat yang biasa dipakai anak-anak sampai om-om untuk nongkrong, ngabisin duit, waktu, dan umur. Namanya PKOR. Di tempat ini gue sama temen-temen semalem kumpul untuk... ya... menikmati pagi gue rasa.
Gue ngeliat banyak anak-anak remaja, SMP mungkin, atau SMA, cewe cowonya sama aja.. ngantuk semua matanya. Ini pikir gue orang tuanya dimana coba. Ada anak cewe disamping gue yang bilang kayak gini ke temen-temen cowonya, "sampai kapan woy kalian ini kayak gini", salah satu temennya jawab, "Hahahaha", gue jawab, "itu bukan jawaban."
Itulah remaja malam, bawa mobil bokapnya, bawa duit orang tuanya, buat pamer. Ada yang gak punya duit, gak punya mobil, tapi punya temen, temennya bawa mobil sama duit bokapnya, buat pamer. Sama kayak gue dulu, sama kayak temen-temen gue dulu, kita keluar malem buat maen karena siangnya habis di sekolah. Orang tua gak salah, kalaupun salah ya terserah orang tua mau ngaku salah atau gak.. kadang orang tua percaya aja gitu kalau anaknya bilang, "tidur di rumah teman, ada tugas".
Kalau mau salah, terlalu banyak yang harus disalahin. Orang tua, guru, pemerintah, ibu-ibu penjual rokok dan minuman, polisi, ustad, tokoh agama, dll. Ujung-ujungnya tetap aja lo bakal bilang, "ah goblok banget sih gue", itu bagus, minimal lo sadar lo yang salah.
Ada masanya mereka ini, termasuk gue, akan berada di posisi jenuh, dimana semuanya terasa bosan, sia-sia, dan mulai untuk berbenah. Tapi itu gak mudah.. sama kayak lo yang biasa nulis make tangan kanan tiba-tiba harus menulis dengan tangan kiri, tentunya dengan tulisan yang lebih bagus. Hidup itu memang gak mudah, gak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi kalau lo udah gak punya tangan.
Solusi dari gue sih, buat lo lo yang terlanjur benci dengan sekolah, pengen bebas, coba dhe lo cari kebebasan yang menghasilkan manfaat. Bisa dengan karya, hobi, musik. Cari fokus yang bisa membuat lo lebih baik dari sekedar buang-buang waktu untuk balas dendam karena udah dijajah oleh sistem pendidikan. Pendidikan perlu, untuk buat orang tua lo bahagia.. tapi kebahagiaan lo kan juga harus dipikirin. Siapa tahu bisa buat semua orang yang lo sayang bangga. Bangga itu seperti bahagia yang berbonus.
Remaja malam, kalian salah. Tapi yang nyalahin kalian belum tentu bener. Bener itu kalau kalian menjadi remaja malam yang sadar atas kesalahan, berbenah, cari prestasi. Belajar bisa dimana aja kok, gak harus di sekolah. Di jalanan mungkin. Atau di kesalahan, lo juga bisa belajar :p.
Di kota (kota??) Bandar Lampung ada tempat yang biasa dipakai anak-anak sampai om-om untuk nongkrong, ngabisin duit, waktu, dan umur. Namanya PKOR. Di tempat ini gue sama temen-temen semalem kumpul untuk... ya... menikmati pagi gue rasa.
Gue ngeliat banyak anak-anak remaja, SMP mungkin, atau SMA, cewe cowonya sama aja.. ngantuk semua matanya. Ini pikir gue orang tuanya dimana coba. Ada anak cewe disamping gue yang bilang kayak gini ke temen-temen cowonya, "sampai kapan woy kalian ini kayak gini", salah satu temennya jawab, "Hahahaha", gue jawab, "itu bukan jawaban."
Itulah remaja malam, bawa mobil bokapnya, bawa duit orang tuanya, buat pamer. Ada yang gak punya duit, gak punya mobil, tapi punya temen, temennya bawa mobil sama duit bokapnya, buat pamer. Sama kayak gue dulu, sama kayak temen-temen gue dulu, kita keluar malem buat maen karena siangnya habis di sekolah. Orang tua gak salah, kalaupun salah ya terserah orang tua mau ngaku salah atau gak.. kadang orang tua percaya aja gitu kalau anaknya bilang, "tidur di rumah teman, ada tugas".
Kalau mau salah, terlalu banyak yang harus disalahin. Orang tua, guru, pemerintah, ibu-ibu penjual rokok dan minuman, polisi, ustad, tokoh agama, dll. Ujung-ujungnya tetap aja lo bakal bilang, "ah goblok banget sih gue", itu bagus, minimal lo sadar lo yang salah.
Ada masanya mereka ini, termasuk gue, akan berada di posisi jenuh, dimana semuanya terasa bosan, sia-sia, dan mulai untuk berbenah. Tapi itu gak mudah.. sama kayak lo yang biasa nulis make tangan kanan tiba-tiba harus menulis dengan tangan kiri, tentunya dengan tulisan yang lebih bagus. Hidup itu memang gak mudah, gak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi kalau lo udah gak punya tangan.
Solusi dari gue sih, buat lo lo yang terlanjur benci dengan sekolah, pengen bebas, coba dhe lo cari kebebasan yang menghasilkan manfaat. Bisa dengan karya, hobi, musik. Cari fokus yang bisa membuat lo lebih baik dari sekedar buang-buang waktu untuk balas dendam karena udah dijajah oleh sistem pendidikan. Pendidikan perlu, untuk buat orang tua lo bahagia.. tapi kebahagiaan lo kan juga harus dipikirin. Siapa tahu bisa buat semua orang yang lo sayang bangga. Bangga itu seperti bahagia yang berbonus.
Remaja malam, kalian salah. Tapi yang nyalahin kalian belum tentu bener. Bener itu kalau kalian menjadi remaja malam yang sadar atas kesalahan, berbenah, cari prestasi. Belajar bisa dimana aja kok, gak harus di sekolah. Di jalanan mungkin. Atau di kesalahan, lo juga bisa belajar :p.
Sabtu, 13 April 2013
Missing Link
Di buku 8th Habbit, entah siapa pengarangnya gue lupa, ada tulisan dari siapa namanya gue juga lupa, yang bunyinya kurang lebih kayak gini, "1000 bayi terlahir cerdas, tapi setelah mereka tumbuh dan berkembang, 999 bayi tadi menjadi bodoh karena orang dewasa".
Terus pamannya teman gue pernah bilang, "Republik ini bakal lebih baik kalau yang tua-tuanya pada mati". Entah apa hubungannya dengan kutipan sebelumnya.
Gue rasa gue dan agnes monica waktu lahir kedunia sama-sama nangis dan tangisan agnes gak lebih bagus dari tangisan gue. Tapi sekarang suara agnes lebih bagus dari suara gue.
Temen gue namanya Yudi pinter banget matematika, seharusnya gue juga pinter, karena Yudi dan Gue tanggal dan bulan lahirnya sama, dan kami berdua sama-sama nangis waktu pertama kali ngeliat dokter.
Seperti kutipan pertama di atas, kita itu sama, sama-sama cerdas waktu pertama kali dilahirkan. Saking cerdasnya, kita nangis karena dipegang oleh tangan dokter yang (mungkin) 100 kali lipat lebih bodoh dari kita.. mungkin pas kita dipegang dokter ada link yang hilang akibat muka dokternya mungkin, atau ada link yang rusak akibat cahaya lampu rumah sakit. Itu mungkin...
Yang pasti semua orang hidup dan selama hidupnya banyak link-link yang hilang. Misal, gue pemalu banget orangnya, bisa jadi karena link percaya diri gue hilang gara-gara orang tua gue gak ngejaga kepercayaan diri gue... yang akhirnya membuat kepercayaan diri gue pergi entah kemana.
Orang tua sangat bertanggung jawab menjaga dan mendidik anaknya diusia kecil, karena di usia ini semua kemampuan luar biasa yang tuhan berikan masih sangat hijau, perlu dipupuk, dirawat, dijaga, dan buahnya akan si anak (bahkan orang tua) panen ketika si anak telah dewasa.
Tapi gak seru juga kalau semua orang di dunia ini pintar, mungkin akan terjadi saling klaim atau rebutan klaim (seru sih). Bisa aja Gue dan Yudi saling klaim siapa yang paling pintar, bisa jadi guru SMA gue lempar koin untuk nentuin siapa juara 1 dan juara 2.
Mungkin emang ini sudah jalan yang Tuhan berikan, sudah jalannya kita kehilangan Link. Dan bisa jadi kasus hilangnya link ini menjadi cikal bakal diutusnya Rasul ke dunia. Untuk dijadikan contoh, "ini lho contoh manusia yang normal, yang kemampuan luar biasanya tetap terjaga dalam dirinya". Menurut gue lagi nih..., aneh rasanya kalau muslim bersedekah dengan alasan mencontoh rasul sehingga mereka tidak menghargai si non muslim yang bersedekah, orang bersedekah ya emang itulah yang seharusnya, berkata baik ya emang itulah kata-kata yang seharusnya manusia keluarkan. Tuhan mengatakan dalam kitab suci, berulang-ulang (kayaknya), "sesungguhnya Muhammad itu hanyalah manusia biasa seperti kalian". Bedanya, Rasulullah saw ini diutus Tuhan untuk keperluan menyadarkan manusia-manusia yang sudah terlalu banyak kehilangan Link di dalam dirinya. Masyarakat Jahiliyah mungkin dulunya telah kehilangan link kesopanan, link kesehatan akal, link logika sehat, link menghormati. Atau link sifat baiknya rusak dan menjadi buruk, link sifat bangga rusak menjadi link kesombogan. Semuanya disebabkan oleh generasi sebelum mereka.
Semua yang terjadi di hidup lo, coba inget-inget lagi, pasti akan menjelaskan kenapa lo seperti sekarang. Kalau lo homo, coba lo inget lagi mungkin dulu lo disodomi waktu kecil. It's reallity, jadi jangan ditutupi.
Gue rasa gue gak perlu ikutin apa yang Yudi atau Agnes lakukan sehingga menjadikan mereka lebih unggul dari segi suara dan matematika daripada gue, karena link-link yang hilang di gue beda dengan yang hilang di mereka. Jelas, kehidupan gue gak sama dengan mereka, orang tua gue beda dengan orang tua mereka, temen-temen gue juga beda, lingkungan gue beda, bahkan agama kami beda. Hmmm.., Gue lebih sopan dari agnes, dia lebih cantik aja. Hehee.., Perhitungan Yudi bagus, Tapi gak lebih bagus dari pemikiran gue.
Intinya, kita itu gak usah dhe pengen jadi ini pengen jadi itu, just be your self aja. Syukuri pengalaman yang diberikan Tuhan selama hidup lo. Sekarang tinggal gimana caranya lo petik buah dari Link luar biasa yang masih tersisa di dalam diri lo.
Kita punya peran masing-masing.
Rabu, 10 April 2013
Hai Senior!!, are u fine, huh?
Akhir-akhir ini gue rajin banget nulis, itu berbanding terbalik dengan apa yang gue liat. Semakin gue males ngeliatnya semakin rajin gue nulis. Ternyata males ada manfaatnya.
Kalau ngomongin strata ilmu, mental, dan spritual maka gue bisa ngeliat yang namanya guru, ulama, dan Preman. Di kampus gue ngeliat sesuatu yang aneh, banyak yang ngaku-ngaku ilmu, mental dan spritual mereka lebih tinggi, tapi mereka gak masuk dalam kategori guru, ulama, apalagi free man (baca: Preman). Mereka ini menyebut diri mereka senior.
Senior itu apa??, itu semacam jabatan yang gak sah, agak maksa, suka nyiksa (hehehe..).
Status senior kalau kata gue sama kayak pacar. Senior sama pacar itu sama-sama ingin dianggap spesial tapi gak mau jadi temen, maunya jadi pacar titik, maunya jadi senior titik, maunya manfaatin lo : p.
Sebenernya senior itu tahu kalau huibungan senior dan junior tingkatannya masih dibawah hubungan antar teman, sedikit diatas musuh. Kalau lo temenan sama senior, ada saatnya dia akan bilang, "jangan anggap gue senior, anggep aja teman", itu masa-masa paling indah... mungkin.
Senior sama dosen itu hampir sama, sama-sama ingin dihormati. Dan lo sebagai junior sama, sama-sama takut, gak hormat kan, tangan lo gak nyilang dipelipis mata, tapi gemeter.
Di kampus ada budaya pendidikan mental yang dilakukan oleh para senior. Pendidikan ini tujuannya biar mental lo lebih berani, kecuali sama senior. Pendidikan ini membuat lo jadi mahasiswa banget lah katanya.. punya idealisme, tapi idealisme "yang ideal itu senior". : D
Gue lebih seneng disebut nama, atau kakak oleh adek-adek gue. Karena kalau dipanggil senior gue ngerasa kayak dipanggil "tukang bual" : p ya gak sih??
Tapi kalau ada yang manggil gue dosen, gue terima... karena gue suka telat.
Kalau ngomongin strata ilmu, mental, dan spritual maka gue bisa ngeliat yang namanya guru, ulama, dan Preman. Di kampus gue ngeliat sesuatu yang aneh, banyak yang ngaku-ngaku ilmu, mental dan spritual mereka lebih tinggi, tapi mereka gak masuk dalam kategori guru, ulama, apalagi free man (baca: Preman). Mereka ini menyebut diri mereka senior.
Senior itu apa??, itu semacam jabatan yang gak sah, agak maksa, suka nyiksa (hehehe..).
Status senior kalau kata gue sama kayak pacar. Senior sama pacar itu sama-sama ingin dianggap spesial tapi gak mau jadi temen, maunya jadi pacar titik, maunya jadi senior titik, maunya manfaatin lo : p.
Sebenernya senior itu tahu kalau huibungan senior dan junior tingkatannya masih dibawah hubungan antar teman, sedikit diatas musuh. Kalau lo temenan sama senior, ada saatnya dia akan bilang, "jangan anggap gue senior, anggep aja teman", itu masa-masa paling indah... mungkin.
Senior sama dosen itu hampir sama, sama-sama ingin dihormati. Dan lo sebagai junior sama, sama-sama takut, gak hormat kan, tangan lo gak nyilang dipelipis mata, tapi gemeter.
Di kampus ada budaya pendidikan mental yang dilakukan oleh para senior. Pendidikan ini tujuannya biar mental lo lebih berani, kecuali sama senior. Pendidikan ini membuat lo jadi mahasiswa banget lah katanya.. punya idealisme, tapi idealisme "yang ideal itu senior". : D
Gue lebih seneng disebut nama, atau kakak oleh adek-adek gue. Karena kalau dipanggil senior gue ngerasa kayak dipanggil "tukang bual" : p ya gak sih??
Tapi kalau ada yang manggil gue dosen, gue terima... karena gue suka telat.
Selasa, 09 April 2013
Lo Nyesel Kan Kuliah #Biaya
Gue sedih, karena gue cerdas. Semakin lo tua seharusnya
semakin lo cerdas, gak masalah lo gak dewasa, minimal lo cerdas.
Semakin lama kita hidup semakin tahu gimana rasanya hidup.
Lo gak mungkin kan bilang kopi itu pahit kalau lo belum nyobain 2 sendok makan
kopi setengah sendok gula diabetasol plus setengah gelas air mendidih, lo aduk.
Selama 5 tahun gue kuliah membuat gue berfikir, “wah...
sombong banget gue, 5 tahun ngebuang-buang waktu. Duit. Tenaga.”. Gue, mungkin
lo, rugi banyak dari hasil perhitungan kita pas SMA “cari ilmu = kuliah+belajar”.
Sebenernya lo cukup belajar, kuliah gak bikin lo dapet ilmu, lo dapet ijazah
doang di bangku kuliah. Dan ijazah gak jamin kemapanan lo, tetap aja kalau mau
mapan ujung-ujungnya duit. Cari duit gak make ijazah, tapi ya.. make duit, bisa
sih make bapak lo, tapi tetep... kalau bapak lo punya duit. Minimal jadi
pejabat harus punya duit, bayar pejabat juga make duit!
Tuhan nyiptain emas ya kalau gak salah, bukan duit kan..
jadi tolong berhenti nyalahin Tuhan kalau gak dapet duit.
Hampir semua bahan kuliah lo dapet dari internet, beruntung
kalau pas kuliah lo dapet dosen yang layak, tapi kan tetap aja..
selayak-layaknya dosen pasti bakal bilang kayak gini, “Mahasiswa itu harus
aktif, kalau bisa sebelum kuliah anda pelajari dulu materinya, biar nanti kita
tinggal diskusi. Referensi banyak kok, bisa kalian cari di Internet”. Intinya
Internet.
Lo mesti jajal bangku kuliah dulu baru lo sadar kalau ada
bangku yang lebih murah untuk dapetin ilmu, bangku warnet. Lo bayar 3000/jam..
dan lo bisa dapet ilmu lebih banyak daripada kuliah satu semester dengan biaya
800.000. Lo itung berapa kali lipat kerugian lo, dan berapa kali lipat
keuntungan kampus lo.
Kuliah sekarang minimal 4 tahun. Anggap aja bayaran semester
lo 800.000, satu tahun ada 2 semester, 2 X 800.000 = 1.600.000, di kali 4
tahun, sama dengan 6.400.000. itu baru bayaran semester, belum lagi biaya
Praktek Umum, KKN. Di tempat gue total biaya KKN + PU = 1.050.000. Biaya
penelitian teman gue yang paling murah 200.000, totalnya menjadi 7.650.000.
Belum uang bulanan, bayar kosan, pacaran, ngeprint. Kita anggep aja 20 juta
(gue rasa udah murah banget). Jadi, Total biaya 4 tahun lo kuliah adalah Rp 27.650.000,
dikit lagi bisa naik haji. Itu masih beruntung kalau lo gak sempet kehilangan
motor. Lebih apes lagi kalau lo juga
salah jurusan.
27.650.000 rupiah selama 4 tahun, lo belum kerja, cuma dapet
ijazah.
Kalau lo tipe mahasiswa yang cuma pengen nyari nilai doang,
ya lo cuma dapet nilai, mungkin IPK lo 4.0, tapi ilmu lo 0. Kalau lo tipe
mahasiswa yang mencari ilmu, lo dapet ilmu... tapi tetep sekitar 80% nya dari
internet, yang biayanya cuma 3000 rupiah/semester.
Ehmm... ini baru itung-itungan biaya, belum tenaga. Kalau
waktu mah gak usah diitung, kan udah lo buang.
Udah iklasin aja, minimal lo tau.
Oh iya, Jangan lupa. Kalau ada tetangga lo yang pengen
anaknya kuliah, lo bilangin mending buka warnet aja dhe, selain anaknya dapet
ilmu, anaknya juga bisa langsung dapet kerja. Keren kan!.
Senin, 08 April 2013
Ibu.Kamu.Pacaran
Ibu. Adalah wanita paling sial disaat anak laki-lakinya
punya pacar, paling beruntung disaat anak perempuannya punya pacar. Gue rasa lo
gak perlu nyari di kitab suci untuk membuktikan kebenarannya, karna agama alay
belum ada.
Laki-laki wajar mencintai wanita, karena usia yang masih
muda maka anak laki-laki cenderung lebih nafsu ke pacarnya dari pada ke ibunya,
lebih cepat bilang, “Iya” ke pacar dari pada ke ibu. Contoh kasus; lo disuruh
ibu lo belanja, diwaktu yang sama lo diajak pacar lo belanja, lo milih pacar
lo... dan lo bilang ke ibu termalang di dunia, “aduh... ada janji nih ma”. Lo bukan
lagi anak kecil yang merindukan pelukan ibu, lo sudah menjadi remaja freak yang
merindukan pelukan cewe di atas motor mugkin, lo gak suka lagi kalau ibu lo
nyanyiin lo saat tidur, tapi lo suka kan dinyanyiin pacar lo pas tidur, mungkin
lo gak pernah ngingetin ibu lo makan, tapi tiap hari lo ngingetin pacar lo kan
buat makan. It’s reality.. : )
Tapi cinta lo ke pacar gak lama, saat itulah ibu lo jadi ibu
yang cukup beruntung.. anak laki-lakinya mau diajakin belanja, siapa tahu lo
dibeliin baju. Gue rasa perasaan lo bukan cinta, tapi sebatas perasaan suka
doang. Kalau cinta lo rela mati, kalau suka lo rela dia mati, dan lo bisa nyari
lagi.
Kalau lo, anak perempuan, yang punya pacar, gue rasa ibu lo gak
terlalu terdzolimi. Paling masalah datang kalau lo hamil. Tapi ibu lo masih
mending sialnya dibanding ibu cowo lo. Haha..
Piss.
Langganan:
Postingan (Atom)









