Rabu, 21 November 2012
Jalur Gaza
Banyak banget foto-foto yang memperlihatkan korban, mata hilang, kepala tinggal sebelah, anak kecil berdarah-darah, semuanya dipamerin dengan harapan kita sedih, yang melihat terpacu untuk peduli, dan yang pasti itu nambah masalah bagi yang melihat. Kenapa mesti dipamerin, semua orang tahu bentuknya tubuh ini kalau kena rudal, gak perlu dipamerin. Gue risih banger liatnya, kenapa gak sekalian aja dilihatin pelacur lagi melacur dikontrakan sebelah rumah lo, itu lebih real dan mungkin untuk lo benahi.
Nyalahin SBY lah atas keadaan Jalur Gaza, SBY itu tanggung jawabnya di Indonesia aja masih kewalahan, gak usah ditambahin beban, dan gak mungkin juga SBY mau repot-repot peduli kepada muslim palestina sementara banyak banget muslin di Negara ini yang saling membakar, bentrok, dan korban moral betebaran di kos-kosan dan desa-desa terkucil.
Konflik Jalur Gaza itu kita jadikan motivasi untuk selalu bersyukur karena kita tidak diberikan kondisi seperti itu, manjadikan kita menghargai waktu yang nyaman, menghargai kehidupan, menghargai Indonesia... paling tidak indonesia mampu memayungi rakyatnya dari penindasan dan penjajahan. Jangan merusak kedamaian yang diberikan hanya karena kedamaian yang rusak yang kita saksikan lewat televisi, ribuan kilo jaraknya dari ruang tamu lo, sementara ibu lo pusing liat anaknya marah-marah depan tipi. Tolonglah mereka yang terjangkau oleh uluran tangan lo, perhatikan yang bisa lo liat dengan mata kepala dan tersentuh, yang tak tersentuh didoakan.
Ini pikiran sederhana gue, tapi yah masuk akal... jauh jalan menuju Jalur Gaza, karena lo di rumah, rumah lo di Indonesia, saudara lo diseluruh dunia. Kita butuh diri yang berakhlak mulia, tenang, dan tawakal,berilmu baru kita dibutuhkan oleh mereka. Benahi diri ini dulu, kalau udah merasa sebagai pribadi yang baik, siap, maka lakukan lah yang lo mau lakukan, hasil dari yang lo lakukan nantinya akan membuktikan seberapa baik dan siapnya diri lo tadi.
Sabtu, 29 September 2012
PERBEDAAN
Kamis, 05 April 2012
ISLAM DALAM PARTAI
Ada lagi mereka yang menggolongkan diri dalam persatuan islam, nama mereka indah berbahasa arab dan visi mereka adalah khalifah dan ahlus sunnah, atau liberal, lalu seandainya itu terpenuhi apakah kotoran akan lepas dari kain putih yang mirip kafan. Bukankah sudah menjadi pendapat umum bahwa gelar hanyalah nama depan saja sementara belakangnya selalu terlihat tanduk setan. Mereka saling berdebat dalam urusan akherat dengan harapan dunia menjadi genggaman, Ya Tuhan jadikanlah dunia ini emas, ubahlah dengan kuasa-Mu pasir itu emas, daun itu dolar, hutan itu istana, agar mereka tidak menuduh-Mu lagi dengan tuduhan – tuduhan yang pantas hanya pada makhluk.
Mereka berkaca dengan Arab padahal ada Iran dengan kecintaanya kepada keluarga suci Muhammad saw. Mereka menerima tuduhan bahwa para Syahid telah benar - benar mati, mereka menerima perkataan bahwa islam itu ‘mudah’ dan siapapun yang menyatakan islam maka mereka akan kebagian surga walau harus neraka terlebih dahulu. Kalau begitu aku ingin jadi orang munafik saja….
Mereka para rombongan partai memasuki situs pendidikan dan menyebarkan doktrin, membuat pejuang muda-Mu sholat dengan rajin dan membaca Al-Qur’an dengan indah, sementara mereka takut mati ditembus pedang tajam. Anak muda menjauhi anak muda, dakwah hanya untuk mereka yang rajin mengunjungi masjid, sementara masjid dikotori dengan fitnah dan prasangka, dilain tempat masih banyak anak muda lain yang membutuhkan teman yang diharapkan mengerti akan kebiasaan dan ketidak tahuan mereka akan agama, yang duduk dimeja warung kopi menyuarakan ketidak adilan dan protes terhadap politik. Bukankah protes terhadap raja buruk rupa lebih baik dari pada mengikutinya dalam lingkaran bendera binatang!
Kamis, 22 Maret 2012
Perintah Rasulullah untuk membunuh si Penyeleweng
Kemudian dalam riwayat ini orang tersebut masuk ke masjid, dan Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk membunuhnya, : "Siapa yang bersediah membunuh orang itu?", pertama Abu BAkar yang bersedia melaksanakan namun kemudian Abu Bakar mengurungkan niatnya karena org tersebut sedang sholat dgn khusuk, kemudian begitu juga Umar tidak tega melaksanakan perintah Rasulullah saw. untuk membunuh orang tersebut dengan alasan: "Kudapati ia sedang meletakkan dahinya (bersujud) untuk Allah, sehingga aku merasa enggan membunuhnya..". Kemudian Ali mengajukan diri untuk membunuhnya, namun Ali kembali dengan mengatakan bahwa orang tersebut telah pergi. Beliaupun menerangkan :
" Sekiranya orang itu (berhasil) di bunuh, tidak akan ada 2 orang diantara Ummatku yang akan berselisih..".
Rabu, 22 Februari 2012
Sisa kebenaran yang tertinggal dalam Taurat
Ulangan XVIII:18 : "Seorang Nabi akan Aku bangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka seperti engkau ini. Aku akan menaruh Fiman Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkannya kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala Fiman-Ku yang akan diucapkan oleh Nabi itu demi nama-Ku dari padanya akan kutuntut pertanggung jawaban"
Minggu, 29 Januari 2012
Penggalan Pidato Imam Khomeini untuk Elemen Militer
Seandainya ada seorang Imam Khomeini di Negara Indonesia maka tak akan ada penindasan dan kezaliman di Negara ini, termasuk kelakuan polisi lalu lintas sekarang yang bisa dikatakan sudah ‘pada umumnya’ memberlakukan aturan untuk mengantongi uang sogokan. Tidak akan ada lagi oknum militer yang melayani rakyat atas nama uang..
Pidato Imam Khomeini ini dilakukan pada februari 1979 ketika Rezim Syah, Sistem monarki, berhasil dipukul mundur oleh seluruh rakyat iran, dan ketika itu Imam Khomeini kembali dari masa pengasingannya di Paris. Berikut Penggalan Pidato Imam Khomeini untuk Elemen Militer :
Sekarang Izinkan saya untuk mengungkapkan rasa terimakasih saya kepada elemen militer, dan memberikan beberapa nasehat kepada militer secara keseluruhan.
Inilah nasehatku. Kami ingin kalian menjadi militer yang mandiri. Kami telah bekerja keras dan menumpahkan darah, pemuda – pemuda kita telah terbunuh, kehormatan kita telah ternoda, sarjana – sarjana agama kita telah dipenjara dan disiksa. Sebagian dari tujuan mereka adalah membuat tentara kita mandiri.
Komandan – komandan angkatan bersenjata, tidakkah anda sekalian ingin mandiri? Apakah anda ingin menjadi pelayan negara – negara lain? Nasihat saya pada anda sekalian adalah masuki barisan rakyat dan tambahkan suara Anda pada tuntutan mereka untuk menjadi mandiri. Rakyat menginginkan tentara mereka mandiri, tidak dibawah perintah – perintah Amerika dan penasehat luar negeri lainnya.
Diakhir pidatonya Imam Khomeini mengatakan harapannya untuk Angkatan bersenjata Iran :
Kami ingin bangsa kita menjadi kuat dan memiliki angkatan bersenjata yang tanguh. Kami tidak berharap unutk menghancurkan angkatan bersenjata kitab sendiri; kami justru berharap untuk melestarikannya sehingga mereka menjadi milik rakyat dan menjaga kekayaan mereka, bukan bertugas dibawah perintah dan pengawasan orang luar negeri.
Semoga Anda senantiasa dalam kedamaian, dan juga kasih dan juga ridha Allah..
Kamis, 19 Januari 2012
IMAM KHOMEINI
Imam Khomeini adalah seorang pemimpin Islam yang sangat karismatik, arif dan berani. Begitu disayangkan setelah kepergian beliau, khususnya 20 tahun sejak kematiannya, selama periode itu media memberitakan hal – hal negative tentang Imam Khomeini, tidak lain biang fitnah itu adalah media barat yang sarat akan kebohongan politik. Dan yang paling sangat disayangkan lagi adalah umat muslim di dunia yang entah karena apa menerima kebohongan – kebohongan pihak musuh Islam tersebut. Bahkan Muslim (sebagian besar) di dunia menuduh kafir mazhab beliau Syiah.
Dalam memimpin Revolusi Islam Iran 1978 – 1979 Imam Khomeini berkali – kali menghimbau Muslim di dunia agar tidak tunduk terhadap pengaruh barat, terutama amerika. Dalam pidatonya Imam Khomeini menegaskan bahwa sistem demokrasi, komunis, dan kapitalis yang dimasukkan oleh amerika/barat atas dasar kepentingn rakyat di negara – negara berkembang adalah infestasi Amerika dan sekawannya untuk mempertahankan kekuasaan mereka, yang diramalkan Imam akan hancur dengan sendirinya.
Dalam salah satu suratnya kepada Mikhail Gorbachev, ketua umum partai komunis di Uni Soviet, Imam Khomeini mengungkapkan dugaannya bahwa Uni Soviet akan segera hancur begitu pula dengan faham komunisnya. Beliau berkata dalam suratnya:
Persoalan besar yang dihadapi negara anda tidak ada hubungannya dengan kepemilikan, ekonomi, atau kemerdekaan; akan tetapi ketiadaan keyakinan sejati kepada Tuhan, masalah ini pula yang menenggelamkan Barat kedalam lembah kehinaan dan kesi – siaan.”
Hingga saat ini Republik Islam Iran adalah satu – satunya negara Islam di dunia yang mengecam barat dan sekutunya, terutama Amerika. Dan tak berani sekalipun Amerika menyentuh Negara Revolusioner Islam ini, Hal itu karena mereka tahu bahwa sia – sia saja menyerang Negara yang telah menghancurkan tentara mereka ketika terjadi Peristiwa Tabash awal tahun 80-an. Wa Allah Wa A’lam..
Sabtu, 24 Desember 2011
Tentang Kebenaran
Kita semua tahu bahwa kebenaran ada disatu tempat yaitu Kitabullah , Al-Qur’an. Namun tidak semua ayat , Al-Qur’an, dapat ditafsirkan oleh orang awam seperti kita. Di dunia ada banyak Ahli Tafsir, yang mendalami ilmu , Al-Qur’an dengan logika dan ilmu dari berbagai Universitas dan perguruan yang mereka tempati untuk belajar. Hal ini menimbulkan banyak pilihan, karena diantara mereka muncul berbagai perbedaan yang kecil maupun besar, dan golongan dalam islam pun memilih – milih sesuai dengan faham yang diajarkan kepada mereka oleh para Imam masing – masing. Syiah berpedoman pada keturunan Ahlul Bait, 12 imam, sedangkan Sunni pada 4 imam dalam 4 mazhab. Sementara Syiah berpegang pada hadis Rasulullah yang berbunyi :
“Aku tinggalkan 2 perkara kepada kalian, dimana bila kalian berpegang teguh pada keduanya kalian tidak akan sesat selamanya, yaitu Kitabullah dan Ahlul Baitku”
Sementara Sunni pada hadis:
“Ikutilah Al-Qur’an dan Sunnahku”
Sunni bahkan mengkafirkan Syiah atas perbedaan ini, karena Syiah menganggap kebenaran hanya ditangan keturunan Nabi yang suci, sedangkan Sunni menganggap Sahabat juga termasuk sebagai tuntunan pada kebenaran, terutama mereka yang termasuk dalam Kalifah Rasyidin.
Gue pernah membaca tentang Hadis Rasulullah saw yang kurang lebih bunyinya: “sepeninggalku akan terjadi Fitnah dalam Umatku”. Lihatlah betapa rumitnya kebenaran itu, dia berada diantara banyak Fitnah. Wa Allah Wa A’lam….
Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.” (Az-Zumar: 18)
Kamis, 22 Desember 2011
Kematian Abu Thalib
Abu Thalib ketika menjelang kematiannya menurut beberapa ulama Syi'ah beliau telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.
Hafizh Abu Na'im dan Hafizh Baihaqi mengatakan bahwa para pembesar Quraish seperti Abu Jahal, Abdullah bin Abdi Umayyah tengah melayat Abu Thalib pada saat beliau sakit yang menyababkan kematiannya.
Nabi yang ada bersamanya berkata kepada pamannya, "Wahai pamanku, katakanlah tiada Tuhan selain Allah', sehingga saya menjadi saksi bagimu disisi Allah!" Saat itu Abdu Jahal dan Ibnu Abi Umayyah berkata, "Wahai Abu Thalib apakah engkau akan keluar dari agama Abdul Muthalib!" Mereka terus menanyakan hal itu hingga Abu Thalib mengatakan, "Ketahuilah bahwa Abu Thalib tetap menganut agama Abdul Muthalib dan tidak keluar darinya".
Mendengar kata - kata itu para pembesar Quraish merasa senang, dan mereka pun keluar dari rumah Abu Thalib. Ketika itu nampaknya rasa sakitnya bertambah parah, hingga menyadari telah tiba waktunya sakharatul maut. Abbas saudaranya yang duduk disampingnya melihat bibir Abu Thalib bergerak seolah tengah mengucapkan sesuatu. Abbas pun berusaha mendengar apa yang dikatakan saudaranya, dan dia mendengar bahwa Abu Thalib mengucapkan kata - kata La ilaha illallah.
Serta merta Abbas berkata kepada Nabi Saww.,"Wahai anak dari saudaraku, demi Allah! saudaraku Abu Thalib telah mengucapkan kata - kata yang engkau perintahkan!". Abbas tidak mengucapkan kata - kata tauhid tersebut karena dirinya saat itu belum memasuki agama islam.
Menurut Ulama Syi'ah, Abu Thalib sengaja tidak mengumumkan keislamannya agar dirinya tetap menjadi orang yang membantu Rasulullah karena orang musyrik dari penduduk mekah dan Quraish akan membunuhnya jika mereka bahwa dirinya muslim. Dengan menyembunyikan keislamannya Abu Thalib tetap dihormati dikalangan pembesar Quraish dan beliau pun selama hidupnya tetap bisa melindungi Muhammad Saww.
Wa Allah Wa A'lam
Jumat, 16 Desember 2011
Hadis Tentang Kewalian di Ghadir Khum
Ulama Syiah dan Sunni telah mengakui bahwa Nabi Saw pada hari 18, bulan Dzulhijjah tahun ke 10 H, sepulangnya dari Haji Wada' menuju Madinah al-Munawwarah, beliau berhenti di Ghadir, disebuah dataran yang benama Khum. Beliau memerintahkan orang yang mendahuluinya untuk kembali dan menanti orang - orang yang tertinggal. Sehingga semua orang yang bersama beliau berkumpul, kira - kira jumlah seluruhnya 70.000 orang atau lebih. Dalam kitab tafsirnya al-Tsa'labi dan Tadzkirah-nya Sabth Ibnu al-Jauzi dan selain mereka, disebutkan bahwa jumlah mereka pada saat itu adalah 120.000 orang, semua hadir di Ghadir Khum
Rasulullah naik ke atas mimbar, beliau berbicara dengan khutbah yang sangat istimewa. Tentang peristiwa ini banyak ulama muslim dan ahli hadis yang menyebutkan dalam musnad dan kitab - kitab mereka. Beliau Saww pada waktu itu berkata tentang keutamaan Ali as:
"Wahai sekalian manusia...! Bukankah aku lebih utama dari kamu sekalian?!" Mereka menjawab, "Benar!" Beliau berkata, "Barang siapa menjadikan aku wali, maka inilah Ali sebagai walinya."
Kemudian Beliau Saww mengangkat tangannya menengadah ke langit dan berdoa untuk Ali dan orang - orang yang mendukungnya, serta mereka yang menjadikannya sebagai wali. Rasulullah berkata
Ya Allah..., utamakanlah orang yang mengutamakan Ali, dan musuhilah orang yang memusuhinya. Tolonglah orang yang menolongnya, hinakanlah orang yang menghinanya."
Selanjutnya Rasulullah Saww menyuruh umat muslim untuk membai'at Ali, Bai'at itu terjadi selama 3 hari.
Tapi mengapa setelah Rasulullah wafat sebagian sahabat berpaling dan memilih Abu Bakar sebagai Kalifah??? Inilah awal perpecahan umat di kaum muslim...
Riwayat ini ada di 2 kitab Sahih, Bukhori dan Muslim
Wa Allah wa A'lamRabu, 07 Desember 2011
Cara Berwudhu
Niat: Boleh dibaca atau cukup dengan keinginan di dalam hati unutk mendekatkan diri kepada Allah swt
Membasuh wajah dari ujung dahi (permulaan pertumbuhan rambut) sampai dagu selebar ibu jari dan jari tengah dengan basuhan yang sempurna.
Membasuh tangan kanan(dengan tangan kiri) dan kiri (menggunakan tangan kanan) dari siku sampai ke ujung jari - jari, yang dimulai dari punggung tangan kemudian perutnya (untuk laki - laki, bagi perempuan adalah sebaliknya, yaitu dengan memulai dari perut tangan kemudian punggungnya).
Mengusap kepala dari ubun - ubun sampai permukaan tumbuhnya rambut dengan sisa air yang masih melekat di tangan kanan.
Mengusap punggung kaki kanan dengan telapak tangan kanan, dan kaki kiri dengan telapak tangan kiri. Lebih afdolnya dari ujung jari kaki sampai kepegelangan kaki dengan sisa air usapan kepala tadi, tetapi wajibnya hanya pada pertengahan punggung kaki. Dilarang mengambil air baru untuk mengusapnya, tetapi apabila telapak tangan telah kering diizinkan baginya untuk mengambil air yang melekat pada wajah, alis atau jenggot yang tidak melebihi batas wajah.
Adapun dalil - dalilnya adalah:
Wahai orang - orang yang beriman apabila kalian hendak mengerjakan shalat maka basuhlah wajah - wajah dan tangan kalian bersama siku - siku dan usaplah sebagian dari kepala kalian dan kaki - kaki kalian sampai mata kaki (pergelangan). (QS. Al-Maidah:6)
Imam Ja'far Ash-Shadiq as berkata:
Wajibnya membasuh anggota wudhu adalah sekali saja. Untuk basuhan yang kedua tidak mendapat pahala, dan untuk basuhan ketiga dianggap Bid'ah, dan bid'ah adalah sesat
Adapun sunnah dalam berwudhu adalah membaca niat, membasuh telapak tangan hingga pergelangan, kumur2, dan memasukkan air kehidung sebanyak tiga kali
Senin, 05 Desember 2011
Syiah Sebenarnya
Kenapa gue kasih judul seperti itu, tidak lain karena banyak orang, yang sangat disayangkan, begitu mudah mengatakan Syiah itu sesat. Dan sebagian dari mereka hanya mengambil apa yang mereka dengar tanpa mencari tahu sebenarnya Syiah.
Syiah adalah saudara kita sesama muslim. Syiah dari segi bahasa berarti Pengikut Imam Ali. Para Pengikut Imam Ali, baik penduduk Iran (Negara yang bermazhab Syiah), bangsa arab, bangsa indonesia maupun bangsa lainnya, semuanya mengesakan Allah Swt dan taat kepada-Nya, serta tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Mereka (Syiah) bersaksi bahwa Muhammad bin Abdullah adalah hamba dan Rasul-Nya, penutup para Nabi dan tidak ada Nabi sesudahnya hingga hari kiamat.
Syiah meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib adalah wali Allah dan hamba-Nya yang saleh. Nabi telah mengangkatnya sebagai saudara, sebagai washinya, dan menjadikannya sebagai penggantinya (Kalifah) sepeninggalnya. Semua itu dengan perintah Allah.
Mereka juga meyakini keimaman al-Hasan al-Mujtaba al-Syahid as, dan sepeninggal keimaman al-Husain al-Syahid as, kemudian diteruskan dengan keimaman sembilan imam keturunan al-Husain as
Oleh karena itulah Syiah disebut juga sebagai Mazhab Ahlul Bait, karena tidak lain yang mereka ikuti adalah Ali dan keturunannya (12 Imam).
Mereka adalah Ahlul Bait
Dalam Shahih Muslim, kitab Fadhail Ash-Shahabah, bab Fadhail Ahlul bait (as): Aisyah berkata: Pada pagi hari Nabi saw keluar dari rumah, membawa kain berbulu yang menyerupai rambut yang hitam. Kemudian datang Hasan bin Ali, lalu datang Husein kemudian masuk bersamanya, kemudian datang Fatimah lalu beliau mempersilahkan masuk, kemudian datang Ali lalu beliau mempersilahkan masuk. Kemudian beliau membaca ayat:
Sungguh tiada lain Allah berkehendak menjaga kamu dari dosa-dosa hai Ahlul bait dan mensucikan kamu dengan sesuci-sucinya.” (Al-Ahzab/33: 33)
12 Imam sepeninggal Rasulullah saww
Sangat jelas bahwa Syiah adalah Saudara kita sesama Muslim, dan mereka tidak sesat. Bahkan mungkin bisa dikatakan mereka lebih logis dalam memilih Imam, yaitu 12 imam dari keturunan Ahlul Bait, dibandingkan dengan mereka yang berpegang pada 4 mazhab yang Imamnya hidup ratusan tahun setelah masa kenabian dan mereka tidak memiliki garis keturunan kepada Rasulullah saww.
Ini sangat penting untuk diberitakan.
Ada beberapa kelompok yang membawa nama Syiah, yaitu Mahzab al-Zaidiyah, Mazhab al-Kisaniyah, Al-Qaddahiyah, dan AL-Gullat, diantara kelompok tersebut Al-Ghullat adalah yang dikafirkan oleh Syiah Imammiyah(12 Imam), karena kaum Ghullat menuhankan hamba Allah, kaum Ghullat sendiri pecah menjadi beberapa kelompok, tidak hanya di Iran tapi di Turki dan wilayah lainnya. Kebanyakan orang menuduhkan kekafiran kepada Syiah Imammiyah, pecinta Ahlul Bait, padahal kekafiran dan kesyirikan itu bukan dari mereka melainkan kelompok-kelompok tadi, terutama kaum Ghullat.
Sabtu, 03 Desember 2011
Syair Ali bin Abu Thalib
Al-Hafizh Sulaiman al-Hanafi dalam Yanabi al-Mawaddah pasal ke - 4 mengatakan, "ketika sampai kepada Ali bin Abu Thalib berita bahwa Mu'awiyah membanggakan diri dengan kekuasaannya atas wilayah Syam, Ia berkata kepada budaknya, "Tulislah apa yang akan aku diktekan kepadamu," kemudian Ali bin Abu Thalib mendendangkan syair berikut:
Nabi Muhammad, saudara kandungku
Hamzah penghulu syuhada, pamanku
Ja'far yang datang pagi dan sore
terbang bersama malaikat, anak pamanku
Putri Muhammad ketenangan dan pendampingku
bercampur dagingnya dengan darah dagingku
Dua cucu Ahmad, anakku darinya
siapa dari kalian yang punya andil sepertiku?
Aku dahului kalian masuk Islam
ketika masih kanak - kanak, belum lagi balig.
Diwajibkan padaku kekuasaannya atas kalian
oleh Rasulullah pada hari Ghadir Khum
Maka celakalah, celakalah, celakalah
yang kelak bertemu Allah dalam menzalimiku.
Setelah menyebutkan bait - bait syair tersebut, al-Baihaqi berkata, "Syair ini harus dihapal oleh setiap Mukmin, agar ia mengetahui keagungan Ali dalam Islam.
Kamis, 01 Desember 2011
SUJUD
Sujud memiliki pengertian berserah diri sepenuhnya dengan penuh khidmat kepada Allah swt dengan menyentuhkan dahi ke bumi seraya memuja-Nya dengan kemuliaan-Nya. Dikalangan Mahzab Syi'ah Imamiyah ada Sujud yang dimaknai sebagai rasa cinta mereka terhadap para Imam Ahlul bait dan syahid syuhada. Para pengikut Ahlus Sunnah menganggap perbuatan ini merupakan suatu kemusyrikan, mereka menganggap Sujud kepada selain Allah adalah sebuah kekufuran. Mari kita luruskan kesalahan - kesalahan prasangka yang biasa kita serap dari pendapat umum tanpa pengkajian lebih dalam untuk sebuah kebenaran.
Ayatullah Sayyid Muhammad al-Musawi dalam diskusinya dengan ulama Ahlus Sunnah menjawab tuduhan syirik terhadap Syi'ah. Beliau mengatakan bahwa tidak ada perbedaan Sujud dalam arti ibadah kepada Allah antara mereka dan Ahlus Sunnah, Sujud mereka diniatkan ibadah hanya kepada Allah swt. Dalam hal Sujud mereka dimakam para Imam Ahlul Bait serta para Syuhada tidak lain hanyalah sebagai tanda hormat dan memperlihatkan kecintaan mereka kepada para Imam dan syahid syuhada.
Keterangan Ayatullah Sayyid Muhammad al-Musawi dalam catatannya:
Memang perbuatan ini dikatakan sujud, namun sujud yang tidak diharamkan karena tidak diniatkan sebagai sujud ibadah (sebagaimana dalam shalat), ini hanyalah sujud sebagai penghormatan. Al-Qur,an menjelaskan hal ini, Dan mereka semua merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf [QS. Yusuf 12:100]. Allah juga berfirman tentang malaikat dalam surat al-Baqarah ayat 34: mereka semuanya bersujud kecuali Iblis
Bukankah ketika Allah memerintahkan para malaikat untuk Sujud kepada Adam, dan malaikat melakukannya kecuali Iblis. Bagaimana mungkin Iblis itu benar (karena tidak sujud) dan malaikat melakukan suatu kemusyrikan karena sujud mereka kepada Adam.
Sangat disayangkan, para Ustad dan pendakwah kebanyakan dari Ahlus Sunnah mengklaim saudara mereka sesama muslim, dengan syahadat yang sama, sebagai Mahzab sesat tanpa mau mengkaji kebanaran.
Janganlah kalian mengira bahwa orang - orang terbunuh di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan mereka. Mereka diberi Rezeki dan bergembira dengan karunia Allah yang diberikan kepada mereka (QS Alu 'Imran: 169 - 170)
Senin, 28 November 2011
Ustad Zaman Sekarang
Ustad zaman sekarang emang udah pada aneh, mereka mengajak seseorang mengenal agama islam dengan cara yang lucu sehingga orang banyak tertawa dari pada mengerti, berdakwah dengan gerakan - gerakan yang bila dilihat sangat memalukan, bayangkan seorang Ustad menggoyangkan pinggulnya ketika berdakwah sambil berkata, "Jama'aaaaaaaaaaaaaaaaaaah! oooooooo, jama'ah". Dan lihatlah sekarang, akhirnya orang - orang mempermainkan dakwah, melecehkan pendakwah dalam islam, memainkan kata 'jama'ah', menertawakan islam. Gue rasa harga diri Islam tercoreng akibat pendakwahnya, yang kebanyakan ditelevisi, terlalu overacting.., padahal Rasulullah berpesan agar kita jangan terlalu banyak tertawa dan bercanda, karena sesungguhnya itu sia - sia.
Lebih buruknya lagi apabila ada seorang Ustad yang dalam mengajarkan Islam, dalam dakwah mereka, terselip kata - kata yang mereka tekankan pada para pendengar, kata - kata yang tidak ilmiah, tanpa dasar, dan bodoh. Kata - kata itu adalah mengklaim kelompok tertentu sesat, mengatakan sesat kelompok yang berbeda mahzab dengan mereka.
Ceritanya kemaren gue ikut Talk Show Mahasiswa Pecinta Islam di Masjid Alwasi'i Unila, disana ada seorang Ustad, yang menjadi pembicara 2, mengatakan kepada kami bahwa Syi'ah sesat, dan dia menambahkan kata - kata, "perbedaan dalam agama islam itu wajar, semuanya bisa dimaklumi kecuali kelompok yang bukan Ahlus Sunnah". Lihatlah, bagaimana bisa kalimat Fanatisme keluar dari mulut seorang Ustad, seorang yang berilmu. Dan lebih anehnya lagi Ustad itu mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saww adalah nabi yang tidak bisa baca tulis, sementara dilain kesempatan Ustad itu mengatakan bahwa Muhammad Saww adalah Makhluk yang paling sempurna. Bagaimana bisa seorang makhluk yang paling sempurna tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis. Gue sempat nanya tentang siapa yang menulis Al-Qur'an seandainya Nabi tidak mampu menulis, awalnya gue bisa nerima jawabannya karena Ustad itu mengatakan Ali bin Abi Thalib yang menulis, namun ketika dia menyebut Mu'awiyah sebagai salah satu sahabat yang menulis Al-Qur'an gue gak bisa terima dan gue hanya bisa istighfar....Gue kasian dengan mahasiswa yang dengan takjub mendengar dan bangga akan ceramah didepan mereka.
Kebanyakan Ustad dan tokoh agama menyimpulkan sesuatu hanya dari pendengaran mereka dan fanatisme mereka pada guru - guru serta Ustad-ustad mereka terdahulu, sementara mereka sendiri enggan mencari tahu dan memahami perbedaan itu. Bukankah perbedaan itu ada karena adanya satu kebenaran diantaranya....
Wa Allah Wa A'lam..
Jumat, 25 November 2011
Keturunan Rasulullah SAWW
Alhamdulillah, walau mungkin kawan - kawan semua sudah lebih banyak tahu dari saya, tapi ini sebuah pengetahuan yang mendamaikan hati pemiliknya, ternyata Nabi Muhammad memiliki keturunan..
Keturunan Nabi Muhammad SAWW adalah anak - anak dari Fatimah dan Ali bin Abu Thalib, Hasan dan Husain. Tetapi masih ada saja orang yang berpendapat bahwa keturunan hanyalah dari anak laki - laki bukan Perempuan, hal ini menjelaskan bahwa keturunan dari fatimah (anak perempuan Rasul) bukan keturunan rasul, bukan juga anak - anak rasul tapi anak - anak dan keturunan - keturunan Ali. Ternyata pendapat seperti itu salah dan bertolak belakang dengan Al Qur-an, perhatikan QS al-An'am [84:85]:
Dan Kami telah anugerahkan kepadanya-Ibrahim-Ishaq dan Ya'qub. Kepada masing - masing keduanya telah Kami beri petunjuk, dan juga kepada Nuh sebelum itu...(hingga firman-Nya)...dan Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas....
Lihatlah, baca dengan jelas..., disana Isa as. dianggap sebagai keturunan yang nasabnya sampai kepada Nuh as. Padahal dia adalah Putra dari anak perempuan yang garis keturunannya dari pihak Ibu (perempuan), dan memang Isa as tidak mempunyai bapak, tapi diayat tersebut Isa as dikatakan sebagai keturunan Nabi hingga garis keturunannya ke Nabi Nuh as. Hal ini menegaskan pula bahwa anak - anak Fatimah as adalah keturunan Nabi MuhammadSAWW. Garis keturunan Hasan dan Husain kepada Nabi Muhammad SAWW, walaupun dari pihak Ibu, tidak terhalang, seperti penasaban Isa kepada Nuh.
Di dalam Kitab al-Kasysyaf yang merupakan kitab tafsir penting dikalangan Ahlus Sunnah, dalam menafsirkan ayat Mubahalah:
Siapa yang membantahmu tentang kisah 'Isa setelah datang pengetahuan yang meyakinkanmu, maka katakanlah (kepadanya), "mari kita memanggil anak - anak kami dan anak - anak kamu, perempuan kami dan perempuan kamu, diri kami dan diri kamu. Kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang - orang yang berdusta (QS. Ali 'Imran [3]:61)"
Disebutkan, "tidak ada dalil yang lebih kuat dari ini berkenaan dengan keutamaan para Ashhab al-Kisa'. Mereka adalah Ali, Fatimah, al-Hasan, al-Husain. Sebab, ketika ayat itu turun, Nabi SAWW memanggil mereka. Beliau menggendong al-Husain dan menggandeng tangan al-Hasan. Fatimah berjalan dibelakangnya, dan Ali berjalan dibelakang mereka. Sebagaimana diketahui bahwa merekalah yang dimaksud dalam ayat tersebut, dan bahwa anak - anak Fatimah dan keturunan mereka dinamakan anak - anak Nabi SAWW dan bernasabkan kepada Beliau dengan penasaban yang benar dan bermanfaat di dunia dan akhirat." Al-Kasysyaf, Juz I, hal 368.
Alhamdulillah...
Senin, 21 November 2011
MUAWIYAH
Muawiyah oleh beberapa kalangan dianggap sebagai sahabat Nabi, tapi sebagian lagi mengatakan bukan. Gue ngerasa aneh...
Muawiyah mulai memeluk Islam setelah Mekah berhasil dikuasai oleh umat muslim, bagaimana mungkin bisa dikatakan sebagai seorang sahabat Nabi, sementara hidup Rasulullah SAWW tidak lama lagi setelah Mekah berhasil dikuasai
Bayangkan bagaimana bisa seorang keturunan Muawiyah, Yazid, dengan Dalil berIjtihad telah memerangi dan membunuh cucu rasulullah Husain bin Ali bin Abu Thalib, sementara Imam Bukhari dalam kitab “Al Ahkam”, dan Imam Muslim dalam kitab “Al Imarah”. meriwayatkan bahwa Rasul SAWW sambil menunjuk kepada dua orang cucunya Al Hasan dan Al Husein menyatakan:
إبنان هذان, يشير إلى الحسن والحسين, إمامان قاما أوقعدDua orang puteraku ini adalah Imam-Imam, baik disaat mereka sedang duduk ataupun sedang berdiri.
Bagaimana mungkin membunuh dan berperang antar Muslim dikatakan sebagai suatu Ijtihad yang mana apabila Ijtihad itu salah maka mereka hanya mendapat satu pahala dan jika benar mendapat dua pahala!, apalagi sampai membunuh cucu kesayangan Rasululluh. Dan anehnya sebagian muslim didunia masih mengakui kekalifaan mereka. Wa Allah A'lam..
Sebagian ulama berusaha mencari pembenaran dan berupaya mencari jalan keluar dari kebuntuhan masalah ini, mereka mengatakan "Benar, kita wajib taat kepada pemimpin sebagaimana kita taat kepada Allah dan Rasul-Nya, namun jika mereka menyalahi perintah Ilahi maka kita menolak ketaatan kepada mereka". Bagi yang berakal pendapat seperti ini tidak bisa diterima, apa artinya ayat Al-Qur'an yang berbunyi:
Wahai orang - orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan Ulil Amri diantara kamu,"(QS. an-Nisa:59)
jelas sekali kita harus menaati Ulil Amri (pemimpin/Kalifah) sebagaimana ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Hanya ada satu alasan logis sebagai akibat semua keanehan ini...
TELAH TERJADI KESALAHAN DALAM KEKHALIFAHAN
Rasulullah saww bersabda, "Sesungguhnya Ali bagian dari diriku dan aku bagian dari dirinya. Sesungguhnya dia adalah pemimpin seluruh orang yang beriman sepeninggalku" (Sahih Turmudzi, II, hal. 297)
Semoga Allah SWT memberikan kita jalan yang lurus
Jumat, 18 November 2011
Sejarah Manusia
Sejarah Kehidupan Manusia dimulai dari diciptakannya manusia pertama, kita sebut itu Zaman Nabi Adam, begitu terus untuk selanjutnya hingga Akhir Zaman kita hidup di Zaman Nabi Muhammad SAWW.. Ya sekarang adalah Akhir Zaman kawan..
Mengikuti Hadis, Zaman Nabi Muhammad dibagikan atas 5 bagian menurut kerangka masa...
Masa Kenabian itu ada ditengah - tengah kalian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya.
Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian, adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya
Selanjutnya masa kerajaan yang menggigit (Mulkan 'adhan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya
Setelah itu masa kerajaan yang menyombong (Mulkan Jabariyyan), adanya atas kehendak Allah, kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya
Selanjutnya adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian
Kemudian Beliau (Nabi) diam"
[HR Ahmad dan Baihaqi dari Nuaman bin Basyir dari Hudzaifah]
Gue punya Videonya
Wa Allah A'lam..
Selasa, 15 November 2011
Tragedi Hari Kamis dan Sahabat
Tadi gue ngajak Temen gue diskusi tentang Syiah, tapi temen gue langsung bilang kalau Syiah sesat. Temen gue adalah Sunni, entah kenapa kebanyakan orang bilang Syiah sesat dan dia, temen gue, taunya kalau Ahlul bait itu seorang penyampai, dan penyampai itu, kata temen gue, adalah para sahabat, dan dia menyebutkan nama Umar bin Khattab. Lalu gue tanya apakah dia (temen gue tadi) tahu tentang Tragedi Hari Kamis dan Sahabat, temenngue jawab dia tidak tahu.
Buat temen gue ini dia ceritanya.....(berdasarkan tulisan Dr. Sayyid Muhammad al-Tijani al-Samawi yang berjudul Akhirnya kutemukan kebenaran
Berikut ini adalah uraian peristiwa secara ringkas:
Tiga hari menjelang wafatnya Nabi SAWW para sahabat berkumpul di rumah Rasul SAWW. Nabi yang mulia memerintahkan mereka untuk mengambil kertas dan dawat agar dituliskan kepada mereka suatu wasiat yang akan memelihara mereka dari kesesatan. Namun para sahabat berselisih. Sebagian mereka enggan mematuhinya dan bahkan menuduhnya telah meracau sampai Nabi marah sekali dan mengusir mereka dari rumahnya tanpa menuliskan apa-apa. Perinciannya adalah sebagai berikut:
Ibnu Abbas berkata:
"Hari Kamis, oh hari Kamis. Waktu Rasul merintih kesakitan, beliau berkata, mari kutuliskan untuk kalian suatu pesan agar kalian kelak tidak akan tersesat. Umar berkata bahwa Nabi sudah terlalu sakit sementara AlQuran ada di sisi kalian. Cukuplah bagi kita Kitab Allah. Orang yang berada dalam rumah berselisih dan bertengkar. Ada yang mengatakan berikan kepada Nabi kertas agar dituliskannya suatu pesan di mana kalian tidak akan tersesat setelahnya. Ada sebagian lain berpendapat seperti pendapatnya Umar. Ketika pertengkaran di sisi Nabi semakin hangat dan riuh Rasul pun lalu berkata, 'Pergilah kalian dari sisiku!' Ibnu Abbas berkata: 'Tragedi yang paling menyayat hati Nabi adalah larangan serta pertengkaran mereka di hadapan Rasul yang ingin menuliskan suatu pesan untuk mereka.'(1)
Peristiwa ini benar-benar terjadi. Para ulama, ahli hadis dan ahli sejarah Syi'ah dan Sunnah mencatat riwayat ini dalam buku-buku mereka. Dan ini harus kuterima lantaran ikrarku dan janji yang telah kubuat. Di sini juga aku merasa sangat heran atas sikap yang ditunjukkan oleh Umar terhadap perintah Nabi SAWW. Perintah apa? Sebuah perintah yang akan menyelamatkan ummat ini dari kesesatan. Tidak syak lagi bahwa wasiat tersebut menyirat sesuatu yang baru bagi kaum muslimin dan akan menghapuskan segala keraguan yang ada dalam diri mereka.
(1). Shahih Bukhori jil.2 dan 5 Hal. 75; Musnad Ahmad Bin Hanbal jil. 1 hal. 355; jil. 5 hal. 116; Tarikh Thabari jil.3 hal. 193; Tarikh Ibnu Atsir Jil. 2 hal. 320.
Kita tinggalkan pendapat Syi'ah yang berkata bahwa Nabi sebenarnya ingin menuliskan nama Ali sebagai khalifahnya lalu Umar lebih cerdik dan segera melarangnya. Karena tafsiran mereka seperti ini tidak dapat kita terima sejak awal. Tetapi apakah kita mempunyai tafsiran lain yang logis dari peristiwa yang menyakitkan hati ini, sampai Nabi marah dan mengusir mereka dari kamarnya. Bahkan menyebabkan Ibnu Abbas sedemikian banyaknya menangis sehingga membasahi tanah. Beliau menyebut peristiwa ini sebagai tragedi yang paling besar.
Ahlu Sunnah juga berkata bahwa Umar melakukan semua itu justru karena dia merasakan penderitaan Nabi dan tidak ingin membebankannya lebih banyak. Namun tafsiran seperti ini tidak dapat diterima hatta oleh orang awam, apalagi orang-orang yang alim. Aku berkali-kali berusaha mencari alasan untuk memaafkan Umar, tetapi realitas kejadian enggan menerimanya, sekalipun kalimat "yahjur" (meracau) telah diganti oleh perawi (semoga Allah melindungi kita) dengan kalimat "ghalabahul waja'" (karena terlalu sakit). Kita juga masih tidak akan dapat menemukan alasan apologis lain atas kata-kata Umar, "'Indakum AlQuran" (disisi kalian ada AlQuran) dan "Hasbuna Kitabullah" (cukup bagi kami Kitab Allah). Apakah beliau lebih arif tentang AlQuran daripada Nabi yang telah menerimanya, atau Nabi tidak sadar apa yang diucapkannya? (Semoga Allah melindungi kita). Atau Nabi ingin meniupkan api perpecahan dan pertengkaran dengan perintahnya ini? Astaghfirullah!
Kalau memang tafsiran Ahlu Sunnah ini benar, maka Rasululllah akan tahu niat baik Umar ini dan akan berterima kasih padanya. Bahkan beliau akan lebih mendekatkannya daripada harus marah dan berkata, "Keluarlah kalian dari kamarku!"
Rabu, 09 November 2011
JAHILIYAH
Percaya atau gak kita hidup ini layaknya bumi yang berputar, semuanya berputar, dan perputaran zaman pun kembali pada zaman tertentu. Sekarang gue ngerasa kita kembali lagi ke Zaman Jahiliyah. Lihatlah orang - orang disekitar kita, semuanya bagaikan manusia yang berjalan mengikuti hawa nafsu keinginan mereka, dan mereka mengaku beragama, dan ironisnya rata - rata adalah Islam. Banyak pembunuhan yang disebabkan oleh masalah ekonomi, pembegalan, pemerkosaan, perang antar suku, penindasan, dll. Musyriknya seorang manusia pun gak perlu ditanya lagi, televisi dan koran banyak menceritakan tentang itu. Betapa mudahnya seorang manusia membunuh manusia yang lainnya, pembegalan yang paling sadis. Gue berpikir, tega banget mengayunkan golok hingga menembus daging dan berdarah - darah, lalu dibacok lagi sampai mati!, gila....
Seperti Zaman Jahiliyah dulu, ketika itu, semua orang saleh menantikan dan meramal akan kedatangan seorang Nabi di Arab karena buruknya kehidupan Jahiliyah pada masa itu. Masa dimana sering terjadi penindasan, pembunuhan, perang antar suku dan peyembahan berhala. Seperti itulah kini, para Ulama dan orang saleh kristiani meramalkan dan menantikan datangnya Imam Mahdi dan Isa Almasih, seperti Agama Ibrahim dan Kristiani Arab meramalkan datangnya Nabi terakhir yang bernama Muhammad Ibn Abd Allah Ibn Abd Muthalib. Persamaan lainnya adalah berjayanya umat Yahudi dan ditutupnya sumber air Zam - zam di Arab, serta banyaknya masyarakat yang membentuk kelompok - kelompok/ komunitas yang melahirkan sifat Fanatik berlebihan..
Masih banyak lagi kemiripan yang dapat kita lihat, perhatikanlah....












