Kamis, 05 April 2012

ISLAM DALAM PARTAI

Aku berfikir seribau kali dalam kenyataan islam di Negara ku, mereka umat Muhammad tapi berbendera binatang. Bendera binatang adalah bendera partai yang banyak warna, sangat binatang sekali. Lihatlah bulan dan daun, lihatlah ka’bah, mereka di sablon di kain kotor ,berdampingan dengan banteng serta pohon keramat. Tentang visinya mereka menawarkan yang indah – indah dalam niatnya mensucikan agama, tapi dalam misi mereka sungguh terhina. Apakah ini cerminan islam modern di negaraku, menggunakan jas dan sorban, atau tampil di layar kaca dengan berita tertangkap menonton video porno. Seribu kali tak cukup untuk memikirkan keanehan ini..

Ada lagi mereka yang menggolongkan diri dalam persatuan islam, nama mereka indah berbahasa arab dan visi mereka adalah khalifah dan ahlus sunnah, atau liberal, lalu seandainya itu terpenuhi apakah kotoran akan lepas dari kain putih yang mirip kafan. Bukankah sudah menjadi pendapat umum bahwa gelar hanyalah nama depan saja sementara belakangnya selalu terlihat tanduk setan. Mereka saling berdebat dalam urusan akherat dengan harapan dunia menjadi genggaman, Ya Tuhan jadikanlah dunia ini emas, ubahlah dengan kuasa-Mu pasir itu emas, daun itu dolar, hutan itu istana, agar mereka tidak menuduh-Mu lagi dengan tuduhan – tuduhan yang pantas hanya pada makhluk.

Mereka berkaca dengan Arab padahal ada Iran dengan kecintaanya kepada keluarga suci Muhammad saw. Mereka menerima tuduhan bahwa para Syahid telah benar - benar mati, mereka menerima perkataan bahwa islam itu ‘mudah’ dan siapapun yang menyatakan islam maka mereka akan kebagian surga walau harus neraka terlebih dahulu. Kalau begitu aku ingin jadi orang munafik saja….

Mereka para rombongan partai memasuki situs pendidikan dan menyebarkan doktrin, membuat pejuang muda-Mu sholat dengan rajin dan membaca Al-Qur’an dengan indah, sementara mereka takut mati ditembus pedang tajam. Anak muda menjauhi anak muda, dakwah hanya untuk mereka yang rajin mengunjungi masjid, sementara masjid dikotori dengan fitnah dan prasangka, dilain tempat masih banyak anak muda lain yang membutuhkan teman yang diharapkan mengerti akan kebiasaan dan ketidak tahuan mereka akan agama, yang duduk dimeja warung kopi menyuarakan ketidak adilan dan protes terhadap politik. Bukankah protes terhadap raja buruk rupa lebih baik dari pada mengikutinya dalam lingkaran bendera binatang!

1 komentar:

tuliskan komentar anda